KabarJakarta.com -- Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan lonjakan kasus Covid-19 di Jawa-Bali bersumber dari kasus algomerasi di Jabodetabek. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tidak menampik hal tersebut.
Kata Riza Patria, selain sebagai Ibu Kota Negara RI, interaksi masyarakat di Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) sang tinggi.
“Dan, mungkin mereka keluar Jabodetabek, ke daerah-daerah lainnya di luar Jabodetabek. Jadi dimungkinkan penularan itu bisa saja melalui warga yang ada di Jabodetabek,” kata Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (24/1/2022).
Karena itu, dia meminta warga Jakarta yang beraktivitas di wilayah Jabodetabek tetap waspada. Ia pun mengingatkan kembali pentingnya protokol kesehatan (prokes) dan mengurangi kerumunan.
“Warga di Jabodetabek tidak hanya di Jakarta, memang harus berhati-hati. Pastikan kita hadir di mana pun menggunakan masker, menjaga jarak, cuci tangan, hindari kerumunan, kurangi mobilitas, hindari makan Bersama. Itu hal-hal yang sudah menjadi ketentuan,” ucap politisi Partai Gerindra ini.
Saat ini, kata Riza Patria, Pemprov DKI Jakarta masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat mengenai status dan masa perpanjangan PPKM di Jakarta.
Ia menyebut, ada sejumlah pertimbangan dari berbagai pihak yang dapat dijadikan tolak ukut dalam penerapan kebijakan tersebut.
“Seperti yang sering kami sampaikan, ketentuan itu ada di pusat. Menaikkan ada menurunkan status PPKM tentu pusat yang mempertimbangkannya,” terang Riza Patria.
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melalui channel YouTube Sekretariat Presiden, Senin (24/1) menyampaikan kenaikan kasus Covid-19 di Jawa-Bali.
Kata Luhut, lonjakan kasus Covid-19 di Jawa-Bali bersumber dari kasus Covid-19 di kawasan aglomerasi Jabodetabek.
“Dalam seminggu terakhir ini, kasus harian terus mengalami peningkatan. Berdasarkan daya yang kami himpun, kasus di JAwa-Bali mendominasi kasus harian yang naik. Kenaikan Jawa-Bali kami identifikasikan bersumber dari peningkatan pada wilayah aglomerasi Jabodetabek,” ungkap Luhut.
Luhut juga menyampaikan, kasus transmisi lokal kasus Covid-19 kini lebih mendominasi jika dibandingkan dengan kasus yang berasal dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).
Katanya, kasus yang disebabkan PPLN turun dan kini berada di bawah 10 persen dari total kasus Covid-19 secara nasional.
“Ini dapat disimpulkan bahwa transmisi lokal yang terjadi diu Indonesia sudah lebih mendominasi dibandingkan waktu sebelumnya,” pungkas Luhut. (Edward)