Langsung ke konten
News

Jakarta Akan Terkena Dampak Perubahan Iklim Dunia

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Marullah Matali mengungkapkan bahwa DKI Jakarta akan terkena dampak dari perubahan iklim dunia yaitu ancaman tenggelam hingga gelombang panas. Kata dia, Pemprov DKI telah menyiapkan langkah mitigasi menghadapi ancaman tersebut.

Merujuk data dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), kawasan Asia Tenggara (ASEAN) menghadapi kenaikan permukaan air laut, gelombang panas, kekeringan, dan badai yang semakin intens akibat dampak dari pemanasan global, tak terkecuali Kota Jakarta.

“Jakarta berada di area ini (ASEAN). Di area ini mulai terjadi kenaikan permukaan air laut akibat dari dampak perubahan iklim global. Jakarta pasti terdampak,” kata Marullah dalam acara ‘Peningkatan Kapasitas Implementasi Dampak Bencana Iklim pada Kota-kota di Asia Tenggara yang Rentan Terkena Dampak Pemanasan Global yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (28/9) kemarin.

Dia menekankan, Jakarta tidak menantang, melainkan mempesiapkan mitigasi dampak dari perubahan iklim global. Karena itu, dia berharap melalui perkumpulan sejumlah negara ASEAN ini dapat mencapai target emisi mengatasi tantangan perubahan iklim.

“Kolaborasi di antara negara-negara ASEAN ini sangat penting untuk mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) dan mengatasi tantangan perubahan iklim global di Asia Tenggara, rumah bagi seperempat populasi dunia,” ujar Marullah.

Dia memandang, ancaman penurunan muka tanah di pesisir Jakarta merupakan cerita lama. Bahkan, saat ini hal itu sudah mulai terjadi. Karena itu, semuanya mesti diantisipasi melalui sinergi antarseluruh pihak.

“Cerita ini bukan cerita baru. Cerita ini sejak tahun 1980-an sudah dengar, mulai terjadi penurunan permukaan tanah di pesisir Jakarta, dan sekarang mulai terlihat. Tetapi, apakah itu bisa diantisipasi mitigasi dengan baik?” ucapnya.

Dia menekankan, persoalan ini tidak hanya urusan Jakarta, tapi urusan bagi semuanya. “Bukan hanya urusan Jakarta saja, juga bukan urusan Dinas Lingkungan Hidup DKI saja, melainkan urusan kita semua,” ujar Marullah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto menjelaskan sejumlah aksi menghadapi perubahan iklim beserta efek gas rumah kaca, mulai dari penanganan sampah hingga mereduksi sumber karbon.

“Kami secara kontinyu melakukan berbagai macam aksi aksi, seperti penanganan sampah, mereduksi sumber karbon baik dari industri dan transportasi. Kami juga melakukan penanaman forest tree, dan pastinya bagaimana ketahanan iklim bisa diantisipasi oleh OPD DKI Jakarta,” jelas Asep.

Dia mengakui, isu perubahan iklim mulai berdampak terhadap Kota Jakarta, seperti Jakarta kini mengalami penurunan muka tanah, banjir rob hingga kondisi cuaca yang tidak menentu.

Sebagai gambaran, Asep menyebutkan, akibat kondisi cuaca yang tidak menentu menyebabkan tidak bisa lagi memperkirakan kapan musim penghujan. Selain itu, perubahan iklim menyebabkan petani tidak bisa lagi menentukan masa panen padi.

“Kalau dulu misalnya, ada buah-buahan yang dapat tumbuh subur di musim panas, sekarang ini semakin jarang. Ini perlu diantisipasi,” ungkap Asep.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua