Langsung ke konten
News

Jakarta Darurat Pelecehan Seksual, Dishub DKI Wacanakan Angkot Khusus Perempuan

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta lebih memilih menyediakan angkutan kota (angkot) khusus perempuan, daripada memisahkan tempat duduk wanita dan pria dalam menyikapi meningkatnya kasus pelecehan seksual terhadap perempuan di angkot atau kendaraan umum. Wacana itu kini sedang dikaji.

“Mengkaji lebih lanjut ide terkait angkot atau MikroTrans khusus perempuan,” kata Syafrin, pekan kemarin.

Selain itu, Dishub DKI akan mengoptimalkan POS Sahabat Perempuan dan Anak (POS SAPA) di sejumlah moda angkutan umum milik Jakarta.

Kata Syafrin, saat ini fasilitas POS SAPA tersedia di 23 halte TransJakarta, 13 stasiun MRT, dan 6 stasiun LRT.

“Direncanakan ke depannya POS SAPA akan terus ditambah termasuk menjangkau layanan angkot,” tuturnya.

Kemudian, Dishub DKI akan mewajibkan setiap angkot maupun transportasi publik memasang stiker berisikan informasi nomor darurat pengaduan pelecehan seksual.

“Nomor aduan 112 itu harus ditempel di tempat yang terlihat jelas oleh seluruh penumpang,” ucap Syafrin.

Lalu, Dishub DKI akan menyempurnakan SOP penanganan kendaraan darurat. Hal ini diupayakan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pencegahan dan penanganan kejadian pelecehan dengan mengutamakan perlindungan korban.

“Memastikan seluruh pengemudi atau staf station atau petugas transportasi publik memahami SOP masing-masing melalui sosialisasi atau memberikan pendidikan serta pelatihan,” ujarnya.

Terakhir, memasang CCTV di berbagai stasiun, halte, terminal dan kendaraan umum untuk mendeteksi sekaligus mengurangi potensi gangguan tersebut.

“Kami juga akan mengupayakan untuk menerapkan konsep face recognition dalam sistem ticketing terintegrasi,” ungkap Syafrin.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua