KabarJakarta.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima kunjungan Wali Kota Rotterdam, Belanda, Ahmad Aboutaleb di Balai Kota DKI, Senin (29/8) kemarin. Di hari yang sama, Wali Kota Los Angeles, Amerika Serikat, Eric Garcetti, datang ke Jakarta juga.
Saat bertemu dengan Wali Kota Rotterdam, kedua membahas sejumlah hal berkaitan dengan tantangan kota, mulai dari inflasi hingga penanganan air.
Anies menjelaskan, pertemuan tersebut sebagai bagian dari gelaran acara Urban 20 (U20) di mana para Wali Kota dari berbagai negara peserta G20 akan berkumpul di Jakarta, Selasa (30/8/2022) hari ini.
“Hari ini saya mendapatkan kehormatan untuk menerima Wali Kota Rotterdam, Ahmad Aboutaleb, beliau adalah Wali Kota Rotterdam, sebuah kota yang memiliki kesamaan tantangan dengan kita (Jakarta). Kota di tepi pantai, kota dengan tantangan permukaan air laut, juga mirip dengan yang dimiliki Jakarta,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (28/8).
“Kami berdiskusi hal-hal yang menyangkut tentang tantangan hari ini, apa yang kita hadapi ke depan pasca pandemi, sekaligus juga berkolaborasi,” lanjutnya.
Anies menyebut, sampai saat ini, banyak pegawai Pemprov DKI Jakarta yang dikirim ke Belanda. Di sana, mereka mendapatkan pelajaran mengenai tata pengelolaan air yang kemudian menjadi bahan pembahasan dalam pertemuan kali ini.
“Mereka mendapatkan pengalaman dari masyarakat, di Kota Rotterdam, tentang pengelolaan air, kemudian menjadi pembelajaran dari tim kita di sini. Di sini kami berdiskusi bagaimana kolaborasi itu, jadi masalah-masalah umum yang menyangkut perkembangan dunia, mulai persoalan inflasi, sampai penanganan soal air, pangan,” jelas Anies.
Wali Kota Rotterdam Ahmad memuji perkembangan kota Jakarta yang semakin maju. Menurutnya, Kota Jakarta kini semakin hijau dan jalur sepeda semakin memadai.
“Saya ingin memberi selamat kepada Gubernur (Anies Baswedan) dan masyarakat atas perkembangan kota perihal kemacetan dan lingkungan kota yang semakin hijau. Saya melihat jalur sepeda, TransJakarta yang berfungsi, jadi pujian yang besar atas pengendalian kota,” kata Ahmed.
Di sisi lain, keduanya juga membahas penanganan pasca pandemi COVID-19. Menurutnya, di negara demokrasi segala kebijakan mesti diputuskan dalam waktu singkat.
“Kita juga di sini membahas pasca COVID, apa yang bisa kita pelajari dari krisis COVID, yang selalu menjadi rumit karena kita berada di negara demokrasi namun berjuang membutuhkan keputusan yang sangat cepat,” ucap Ahmed.
Ahmed mengaku pihaknya membawa sejumlah isu dalam kegiatan U20 tahun ini, yaitu mengenai krisis bahan bakar, energi, hingga krisis makanan.
“Namun dalam waktu yang bersamaan, di mana kita masih menghadapi pandemi COVID-19, kita masih harus mengatasi perubahan iklim, banjir, transisi energi, lingkungan sosial, SDM, pendidikan. Kita harus bertransformasi terhadap era baru. Semua itu akan dibahas dalam diskusi antargubernur dan kita akan membawa itu ke Presiden G20 di Bali akhir tahun ini. Jadi itu fokusnya,” ungkapnya.
Soal pegawai Jakarta yang dikirim Belanda, Ahmed memberikan pembelajaran mengenai manajemen pengelolaan air. Harapannya, Jakarta dapat belajar dari kesalahan Rotterdam di bidang itu.
“Kami senang dan bangga, tahun lalu kami menggelar (kegiatan) dengan bahasan soal manajemen air. Kami menerima teknisi kota, yang datang ke Rotterdam, untuk belajar tentang manajemen air kami, bagaimana agar anda belajar dari kesalahan kami di masa lalu, dan jangan melakukan kesalahan yang sama,” pungkasnya.
Bertemu Wali Kota Los Angeles
Sementara itu, Wali Kota Los Angeles, Amerika Serikat, Eric Garcetti menjajal bus listrik TransJakarta. Erick juga melakukan pertemuan dengan Direksi TransJakarta di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (29/8). Pertemuan digelar secara tertutup.
Hadir dalam pertemuan tersebut yaitu Direktur Utama PT TransJakarta M Yana Aditya dan Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Chaidir. Keduanya didampingi oleh Direktur Teknis TransJakarta Indrayana. Sedangkan Eric Garcetti didamping jajaran Pemkot Los Angeles. Setelah itu, Eric dan rombongan menjajal bus listrik TransJakarta.
Direktur TransJakarta M Yana Aditya mengatakan pada pertemuan tersebut kedua belah pihak saling membandingkan layanan serta upaya eletrifikasi transportasi darat di kotanya masing-masing.
“Kami berdiskusi mengenai beberapa hal, misalnya bagaimana transportasi di Los Angeles, kemudian bagaimana perbandingannya dengan yang ada di Jakarta dan bagaimana juga elektrifikasi yang ada di Jakarta. Hal-hal ini yang menjadi bahan bagi kita untuk bisa dikembangkan kerja sama antara Jakarta dengan Los Angeles, utamanya masalah pengembangan PT TransJakarta,” kata Yana, Senin (29/8).
Dia menyatakan TransJakarta membuka peluang kerja sama dengan Los Angeles di bidang transportasi publik. Prinsipnya, kedua kota tengah berlomba-lomba mencapai net zero emission.
“Kita sedang menjajaki, kita eksplor apa saja yang kita kerjakan. Yang pasti yang sudah disampaikan mister, kita berlomba-lomba untuk zero emission,” pungkasnya.