KabarJakarta.com — Aktivitas demonstrasi di sejumlah titik di Jakarta pada Rabu (28/10) tidak berakhir dengan kerusakan fasilitas publik. Setelah massa membubarkan diri dengan tenang, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bergerak menyisir dan membersihkan kawasan yang sebelumnya digunakan untuk menyampaikan aspirasi. Upaya tersebut membuat fasilitas ibu kota kembali bersih hanya dalam hitungan jam.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat menjaga keamanan dan kebersihan selama aksi berlangsung. Kerja sama yang baik antara TNI-Polri, petugas PPSU, dan para demonstran menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban di ibu kota.
Pramono mengungkapkan, petugas PPSU yang dikenal sebagai pasukan oranye masih bekerja hingga dini hari untuk memastikan kawasan terdampak kembali bersih. Pembersihan dilakukan di bawah koordinasi Wali Kota Jakarta Pusat.
"Sampai dengan jam 1 pagi, pasukan oranye yang dikoordinasikan wali kota telah melakukan pembersihan di lokasi. Jam 2, semua fasilitas di Jakarta kembali bersih,” kata Pramono seusai meninjau normalisasi Kali Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (29/10).
Upaya itu menunjukkan langkah penanganan tidak harus berhenti ketika massa telah meninggalkan lokasi. Pemerintah daerah hadir untuk memastikan ruang publik dapat kembali digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa terganggu sisa-sisa kegiatan unjuk rasa.
Hak demokrasi dan tanggung jawab bersama
Bagi Pramono, terjaganya keamanan, ketertiban dan kebersihan Jakarta merupakan hasil dari kesadaran bersama, bahwa ibu kota bukanlah milik pemerintah semata atau kelompok tertentu. Jakarta merupakan ruang hidup yang digunakan secara egaliter oleh jutaan orang untuk bekerja, belajar, beraktivitas, dan berinteraksi setiap harinya.
Karena itu, kebebasan menyampaikan pendapat harus berjalan beriringan dengan rasa tanggung jawab menjaga fasilitas umum. Aksi demonstrasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat, sedangkan keamanan dan kenyamanan masyarakat merupakan hal lain yang harus tetap diperhatikan.
Pramono mengaku bersyukur pelaksanaan hak demokrasi oleh mahasiswa telah berlangsung dengan baik. Dan berdasarkan laporan yang ia terima, dipastikan tidak ada kerusakan fasilitas publik akibat aksi tersebut.
Situasi itu menjadi hal penting, karena penyampaian aspirasi dan pemeliharaan ketertiban tidak harus saling bertentangan. Masyarakat dapat menyuarakan pendapat, sementara fasilitas yang digunakan bersama tetap terjaga.
Dengan demikian, keberhasilan penanganan aksi tidak semata-mata diukur dari terkendalinya situasi selama demonstrasi berlangsung. Kondisi setelah massa membubarkan diri juga menjadi bagian dari gambaran bagaimana hak demokrasi dijalankan dengan tetap menghormati kepentingan masyarakat luas.
Apresiasi untuk aparat dan demonstran
Dalam menjaga situasi tetap kondusif, TNI-Polri berperan penting mengamankan aksi berlangsung aman dan tertib. Kehadiran aparat merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban sekaligus memastikan kegiatan masyarakat tidak terganggu secara berlebihan.
Di sisi lain, para demonstran turut berperan dengan menjaga fasilitas publik agar tidak mengalami kerusakan. Sikap tersebut memperlihatkan kegiatan penyampaian aspirasi tetap bisa dilakukan tanpa merugikan masyarakat lain, yang juga memiliki kepentingan serupa terhadap ruang publik.
Setelah aksi selesai, petugas PPSU melanjutkan pekerjaan dengan membersihkan kawasan terdampak. Kehadiran mereka memastikan lingkungan kembali rapi, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas sebagaimana mestinya.
"Pada kesempatan ini, saya ingin ucapkan terima kasih atas upaya bersama, utamanya TNI-Polri dan tentunya para demonstran yang menjaga fasilitas publik milik kita bersama,” terang Pramono.
Apresiasi itu, secara tidak langsung memperlihatkan betapa pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga keamanan Jakarta. Aparat yang bertugas menjaga situasi, demonstran yang menyampaikan aspirasi disusul petugas kebersihan, memperlihatkan pola interaksi yang terbaik di ibu kota.
Pada akhirnya, Jakarta yang aman dan bersih bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kesadaran warga, sikap demonstran, kesiapsiagaan aparat, serta kerja petugas lapangan menjadi bagian yang saling melengkapi.
Ketika hak menyampaikan pendapat bisa dijalankan tanpa merusak fasilitas umum, dan kebersihan segera dipulihkan setelah aksi berakhir, kepentingan demokrasi dan kenyamanan masyarakat akan berjalan beriringan.