Langsung ke konten
News

Jakarta Terancam Bencana Tsunami? Ini Penjelasannya

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Terdapat potensi tsunami raksasa pada daerah selatan pesisir Pulau Jawa. Dari pemodelan yang ada, efeknya bisa mencapai pesisirJakrta, meskipun tersebut jauh dari bagian utara.

Dalam keterangannya bebeapa beberapa waktu lalu, Kepala Laboratorium Geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB), Heri Andreas mengatakan, dari data Global Navigatio Selite System (GNNS), terdapat akumulasi energy di bagian megathrust Selat Sunda sempai selatan Pulau Jawa. Daerah tersebut seperti Pelabuhan Ratu dan selatan Parangtritis serta selatan pantat Jawa Timur.

Dari pemodelan, jika gempa terjadi hingga kekuatannya mencapai 8,7 Magnitude (M) sampai 9,0 kemungkinan diikuti tsunami raksasa setinggi 20 meter.

Selain itu, risiko Jakarta terkena tsunami akan lebih besar, dikarenakan wilayah pesisir sudah berada di bawah laut hingga minus 1-2 meter.

“Berdasarkan hasil simulasi model, run up tsunami dapat mencapai sebagian besar Pluit, Ancol, Gunung Sahari, Kota Tua, hingga Gajah Mada. Kalau kita perhatikan modelnya, ternyata nyaris menyentuh Istana Negara,” kata Heri dalam keterangan tertulisnya.

Dari pemodelan yang dibuat, peran tanggul untuk laut Jakarta sangat penting. Ini bisa berfungsi untuk melindungi Jakarta dari banjir rob hingga ancaman tsunami.

Dia menegaskan, fakta ancaman terjadinya tsunami ini harus diungkapkan, walau terkesan menakut-nakuti.

Oleh karena itu, masyarakat juga diimbau menyikapi risiko tersebut agar berperilaku lebih bijak dan waspada. Gempa bumi dan tsunami adalah bencana alam yang hampir tidak mungkin bisa dicegah.

Sebelumnya ada prediksi yang menyebutkan potensi gempa besar dan tsunami setinggi 29 meter yang diperkirakan terjadi di wilayah pantai selatan Jawa, khususnya Jawa Timur.

Selain itu juga pernah ada prediksi dari Tim ITB soal gempa dan tsunami di pesisir Jawa hingga Selat Sunda. Diperkirakan tsuaminya memiliki ketinggian 20 meter.

Namun, menurut Badn Meteorologi, Klimatologi, dan Geofiska (BMKG) belum ada teknologi yang dapat memprediksi soal gempa dengan tepat dan akurat. Termasuk soal keakuratan waktu kejadian, tempat dan kekuatan saat gempa terjadi.

BMKG menyatakan tidak pernah mengeluarkan prediksi soal bencana tersebut “BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi,” ucap BMKG dikutip dari laman resminya.

Meski begitu, BMKG menyebutkan Indonesia adalah wilayah aktif dan rawan gempa bumi yang bisa terjadi kapan saja dengan kekuatan bervariasi. Tapi, BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua