Langsung ke konten
News

Jakarta Utara Krisis Air Bersih, Warga Demo Palyja

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Krisis air bersih terjadi semakin meluas di wilayah Jakarta Utara. Setelah terjadi selama berbulan-bulan di Kampung Bandan, Pademangan, dan Kampung Baru Kubur, Penjaringan, kini krisis air juga melanda Kampung Marlina di Muara Baru.

Krisis air ini terjadi karena ada kendala yang dihadapi perusahaan pengelola air PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) yang bertanggung jawab mengalirkan air bersih ke rumah warga.

Ketua RT 010 RW 017 Kampung Marlina Yuli (66) mengatakan, air yang didistribusikan oleh Palyja sudah tersendat sejak beberapa hari yang lalu dan tidak layak pakai karena berwarna hitam dan mengeluarkan bau tidak enak.

Yuli mengungkapkan, kondisi ini bukan pertama kali terjadi. Katanya, warga sudah menuntut agar Palyja agar bisa konsisten mengalirkan air ke perumahan masyarakat. Namun, hal ini terulang terjadi.

“Dua hari mati total. Begitu ada air, warnanya hitam, bau. Di tahun ini saja warga sudah demo dua kali,” ucap Yuli, Selasa (11/1/2022).

Lebih parah lagi, Palyja tidak memberi peringatan kepada warga sebelum aliran air berhenti. Namun, Palyja selalu beralasan sedang ada perbaikan saluran saat diminta pertanggungjawabannya.

“Kondisi air yang sering hidup mati ini sudah terjadi sejak tahun 2021. Jawaban dari orang Palyja ada yang bilang dari sananya kurang nge-press (dorongan) atau ada perbaikan di jalur pipa,” jelasnya.

Akibat tidak lancarnya aliran air dari Palyja, warga terpaksa membeli air bersih. Satu gerobak isi 10 liter harganya Rp50.000 yang dibeli setiap hari.

Yuli pun berharap Palyja segera menyelesaikan masalah krisis air tersebut. Apalagi, setiap bulan dirinya tetap harus membayar tagihan air dari perusahaan milik Pemprov DKI tersebut.

“Karena ditagih bayaranya setiap bula, berarti airnya harus nyala terus dong,” tegas Yuli.

Selain di RT 010, beberapa RT di wilayah RW 017 lainnya juga mengalami hal serupa, yaitu RT 03, 04, 05, 06, dan 011. Di RT 010, kata Yuli, ada 60 rumah harus dialiri air oleh Palyja.

Tanggapan Palyja

Menanggapi krisis air bersih di Kampung Bandan, Palyja beralasan bahwa terjadi gangguan akibat adanya kebocoran pipa jaringan.

“Gangguan suplai air yang terjadi di area tersebut diindikasi karena adanya kebocoran pipa jaringan Palyja,” kata Corporate Communications and Social Responsibility Division Head Palyja Lydia Astriningworo.

Pihaknya, kata Lydia, telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak. “Sebagai upaya tindak lanjut, Palyja telah melakukan pencarian dan perbaikan kebocoran secara intensif. Untuk itu, kami mohon kesabaran dan pengertian dari pihak pelanggan,” ucap dia.

Lydia mengatakan, selama kondisi suplai air belum normal, pihaknya akan mengirimkan bantuan air bersih melalui mobil tangki. Namun, kata dia, saat permintaan bantuan air bersih melalui mobil tangki meningkat, maka tidak semua yang membutuhkan air dapat dipenuhi.

“Karena akan diprioritaskan ke rumah sakit dan panti sosial,” jelas Lydia.

Sementara terkait krisis air di lokasi lainnya, Palyja belum memberikan respons atas kejadian tersebut.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua