Langsung ke konten
News

Jalan Bergelombang dan Gelap di Rawamangun, Pramono Minta Bina Marga Turun Tangan

Redaksi Diperbarui
Halte Pemuda Rawamangun adalah salah satu halte pemberhentian Transjakarta di sepanjang Jalan Pemuda. Foto: Wikipedia
Halte Pemuda Rawamangun adalah salah satu halte pemberhentian Transjakarta di sepanjang Jalan Pemuda. Foto: Wikipedia

KabarJakarta.com — Kondisi Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, menjadi sorotan setelah warga mengeluhkan permukaan jalan yang bergelombang dan minim penerangan. Persoalan itu memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan pengendara maupun pejalan kaki, terutama saat malam hari.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta Dinas Bina Marga DKI Jakarta segera menindaklanjuti keluhan tersebut. Ia menginstruksikan jajarannya untuk memeriksa langsung kondisi jalan, sekaligus mengecek fasilitas penerangan di kawasan itu.

"Yang berkaitan dengan Jalan Pemuda, saya minta Bina Marga segera menindaklanjuti. Ya, termasuk masalah penerangan," kata Pramono di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (30/10).

Permintaan tersebut menjadi respons atas laporan masyarakat mengenai kondisi infrastruktur di salah satu kawasan perkotaan Jakarta Timur. Pemeriksaan langsung diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan jalan sekaligus menentukan langkah perbaikan yang sesuai.

Jalan bergelombang terdampak proyek LRT

Permukaan Jalan Pemuda yang bergelombang menjadi salah satu persoalan yang dikeluhkan pengguna jalan. Kondisi permukaan jalan yang tidak rata berpotensi mengganggu kenyamanan berkendara, terutama bagi pengendara sepeda motor yang harus menjaga keseimbangan ketika melintas.

Namun, belum tersedia keterangan terperinci mengenai titik kerusakan, panjang ruas terdampak, maupun tingkat keparahan gelombang pada permukaan jalan tersebut. Yang pasti, keluhan ini juga memunculkan dugaan bahwa kondisi jalan berkaitan dengan sisa pekerjaan pembangunan proyek LRT Jakarta. 

Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan laporan warga. Untuk mengetahui penyebabnya, diperlukan pemeriksaan teknis terhadap permukaan jalan, termasuk penelusuran riwayat pekerjaan konstruksi di lokasi yang dikeluhkan. 

Pemeriksaan juga perlu memastikan apakah terdapat bagian jalan yang mengalami penurunan atau kerusakan setelah pekerjaan proyek. Tanpa hasil pemeriksaan dan keterangan dari pihak terkait, hubungan langsung antara kondisi jalan bergelombang dan pekerjaan LRT belum dapat dinyatakan sebagai fakta.

Langkah Dinas Bina Marga menjadi penting dalam memastikan penyebab kerusakan sekaligus menentukan pihak yang bertanggung jawab atas perbaikannya.

Penerangan jalan turut dikeluhkan

Selain kondisi permukaan jalan, penerangan di sepanjang Jalan Pemuda juga menjadi perhatian. Keluhan warga mengenai lampu jalan yang tidak menyala menunjukkan persoalan yang perlu ditangani bersamaan dengan perbaikan infrastruktur jalan.

Salah satu keluhan disampaikan melalui akun Instagram @ijoeel. Dalam video yang diunggahnya, pemilik akun memperlihatkan kondisi Jalan Pemuda yang gelap akibat lampu penerangan yang tidak berfungsi.

"Nggak tahu kenapa? Di Jalan Pemuda, Rawamangun ini, sudah sebulan lebih. Bahkan 2 bulan lebih, lampunya pada mati," ungkap pemilik akun tersebut.

Menurut keluhan itu, lampu yang tidak menyala telah berlangsung lebih dari satu bulan, bahkan disebut mencapai dua bulan. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena Jalan Pemuda tetap digunakan masyarakat pada malam hari.

Minimnya penerangan dapat mengurangi jarak pandang pengendara dalam mengenali kondisi permukaan jalan maupun keberadaan pengguna jalan lainnya. Risiko juga perlu diperhatikan bagi pejalan kaki yang melintasi kawasan tersebut.

Meski demikian, tingkat penerangan terkini, jumlah lampu yang tidak berfungsi, serta penyebab gangguan belum dapat dipastikan tanpa pemeriksaan langsung. Hal ini perlu menjadi bagian dari pengecekan yang diminta gubernur.

Pemprov siapkan taman vertikal 

Pramono sebelumnya menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memperbaiki penerangan sekaligus menata kawasan Jalan Pemuda melalui pembangunan taman vertikal atau vertical garden.

"Hal berkaitan dengan penerangan lampu di sepanjang Jalan Pemuda, bukan hanya lampu. Segera kita buat vertical garden. Memang tempat itu, sudah masuk perencanaan untuk dibuatkan vertical garden, dan juga penerangan. Segera kami lakukan," tutur Pramono.

Rencana tersebut menunjukkan bahwa penanganan kawasan Pemuda tidak hanya diarahkan pada penerangan, tetapi juga penataan lingkungan melalui penghijauan vertikal.

Namun, pembangunan taman vertikal dan perbaikan lampu perlu dibedakan dari penanganan jalan bergelombang. Ketiganya merupakan pekerjaan berbeda yang membutuhkan pemeriksaan, perencanaan, dan pelaksanaan sesuai persoalan masing-masing.

Hingga ada hasil pengecekan lapangan, belum dapat dipastikan kapan seluruh perbaikan akan selesai maupun apakah pembangunan taman vertikal telah memasuki tahap pelaksanaan.

Karena itu, tindak lanjut pemerintah perlu dinilai bukan hanya dari rencana penataan, melainkan juga dari perbaikan nyata yang dirasakan masyarakat. Jalan yang lebih rata dan penerangan yang berfungsi menjadi kebutuhan mendasar agar pengguna jalan dapat melintas dengan aman dan nyaman.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua