KabarJakarta.com -- Warga di Lebak Bulus, Jakarta Selatan mengeluhkan kondisi jalanan yang tidak mulus lagi alias tidak rata pasca proyek pembuatan sumur resapan.
Salah satunya di Jalan Lebak Bulus 3. Seorang warga mengaku khawatir dengan kondisi jalan tersebut, terutama di musim hujan seperti sekarang.
“Bahkan, sejumlah tutup sumur resapan ada yang amblas. Inikan sangat membahayakan pengguna jalan,” ucapnya.
Ia menyebutkan beberapa jalan yang berlubang dan tidak mulus lagi yaitu di sekitar Gereja Sumber Kasih.
Anggota DPRD DKI Fraksi PSI August Hamonangan mengritik Pemprov DKI Jakarta yang asal-asalan membangun sumur resapan, dan terkesan hanya mengejar target sebelum tahun 2021 berakhir.
“Hingga November 2021 kemarin tersisa 16.000 titik yang ditargetkan sumur resapan yang harus dibangun,” kata August Hamonangan kepada KabarJakarta.com, Minggu (5/12/2021).
Anggota Komisi D DPRD DKI ini pun meminta kepada Pemprov DKI untuk benar-benar memperhatikan pemilihan lokasi, karena efektivitas sumur resapan sangat tergantung dengan pemilihan lokasi.
Ia mengingatkan, sebaiknya pemilihan lokasi sumur resapan harus memperhatikan cekungan air dan kejenuhan tanah. "Paling tepat sumur resapan dibangun di ruang terbuka hijau (RTH) daripada di bawah jalan layang, trotoar, atau di jalan yang menyebabkan rawan kecelakaan dan mengganggu aktivitas warga," ujarnya.
Katanya lagi, jika pengerjaan sumur resapan masih serampangan atau asal-asalan penentuan lokasinya seperti sekarang, maka sangat tepat keputusan DPRD DKI meniadakan anggaran proyek tersebut pada APBD 2022.
Normalisasi sungai
Lanjut August Hamonangan, daripada mengerjakan sumur resapan, sebaiknya Pemprov DKI lebih fokus pada program normalisasi sungai, pembuatan saluran air, dan saluran penghubjnv agar banjir di Jakarta dapat teratasi.
“Jangan mengorbankan anggaran miliaran rupiah tapi pemilihan lokasinya dan pengerjaannya asal-asalan yang pada akhirnya masyarakat lagi yang dirugikan,” tukas Dewan Pembina Solidaritas Korban Peduli Lingkungan (Sokopel) ini.
“Pemprov DKI harus memantau pengerjaan sumur resapan. Dan melakukan evaluasi efektivitas dari sumur resapan itu mengatasi masalah banjir di Jakarta,” pungkas August Hamonangan.