KabarJakarta.com -- Perhelatan Milad Angkatan Muda Kabah (AMK) ke-23 digelar di Hotel GP Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (29/11). Tampak hadir Ketua Umum Pimpinan Nasional AMK Rendhika D Harsono, Sekjen AMK Ainul Yakin, dan pengurus PN AMK.
Ada yang spesial di acara Milad AMK kali ini, yaitu diluncurkannya ‘Smart Book AMK’.
Ketua Umum AMK Rendhika D Harsono mengatakan, Smart Book AMK adalah buku yang merupakan pedoman pengurus AMK dalam melaksanakan perjalanan organisasinya.
“Smart Book berisikan tentang AD/ART dan Peraturan-peraturan Organisasi AMK,” kata Rendhika kepada wartawan di sela-sela acara Milad AMK ke-23 di Hotel Manhattan, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (29/11/2021).
Kata Rendhika lagi, peluncuran Smart Book AMK ini ini adalah langkah progressif pihaknya untuk melakukan pembenahan baik secara internal maupun eksternal dalam hubungan dengan organisasi dan kelembagaan lain.
Menurut Ketua DPP PPP Bidang Data dan digital ini, 23 tahun adalah usia yang beranjak dewasa dan sedang menghadapi hidup yang sebenarnya. Katanya, dengan slogan ‘Youth, Moderate, and Change’, AMK akan mengoptimalisasikan peranan generasi millenial untuk berperan aktif dalam menghadapi dinamika demokrasi yang akan datang.
Ia pun memaparkan, pada konteks penyelenggaraan demokrasi, generasi milenial mempunyai peran yang sangat strategis dalam mengantisipasi serangan atau beredarnya berita bohong (hoax) di media sosial.
“Juga sebagai garda terdepan dalam menghadang serbuah konten-konten negative di dunia maya, menyebarkan konten mendidik, memberdayakan, serta mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat di bidang politik,” papar pria yang akrab disapa Bro Rendhika ini.
Sekjen AMK, Ainul Yaqin menambahkan, generasi milenial memiliki karakter yang khas yaitu memiliki antusias yang tinggi, penuh gejolak dan semangat, kurang rasional, dan apabila tidak dikendalikan akan memiliki efek terhadap konflik-konflik sosial di dalam penyelenggaraan demokrasi.
Selain itu, lanjut Ainull Yaqin, ciri khas generasi milenial lainnya yaitu memiliki rasa ingin tahu, mencoba, dan berpartisipasi dalam demokrasi meskipun berlatar belakang semu.
“Generasi milenial sangat rentan dilibatkan, dipengaruhi atau pun diprovokasi isu-isu negatif yang biasanya massif dalam penyelenggaraan demokrasi seperti politisasi SARA, ujaran kebencian dan hoax,” ujar Ainul Yaqin.
Dengan begitu, tegasnya, AMK dalam usia 23 tahun ini akan mengambil posisi proaktif dan menjadi garda terdepan dalam menyongsong ledakan pemilih meilenial dan siklus demokrasi yang akan segera bergulir menjelang pemilu 2024 mendatang.