KabarJakarta.com - Warga di Jabodetabek mengeluhkan kenaikan sejumlah harga bahan pangan jelang perayaan Hari Raya Natal dan tahun baru, seperti cabai rawit, cabang keriting, telur ayam, hingga tomat.
Seorang warga bernama Lia (31) mengatakan, harga cabai, tomat dan telur di Pasar Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, mengalami kenaikan.
“Sudah susah jadi tambah susah saja rakyat,” katanya dengan ketus saat ditemui di Pasar Serdang, Jumat (9/12/2022).
Menurut Lia, kondisi perekonomian masyarakat hingga saat ini belum pulih semenjak pandemi COVID-19 melanda. Dengan begitu, kenaikan harga pangan yang merupakan kebutuhan primer semakin membebani rakyat.
Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Serdang, Sumiyati, mengaku pendapatannya menurun seiring melonjaknya harga cabai. Kata dia, naiknya harga cabai terjadi sejak pekan lalu dan dia memperkirakan kenaikan harga berlanjut hingga akhir tahun 2022.
Dia menyebutkan, harga cabai rawit hijau yang sebelumnya Rp25.000 per Kg sekarang menjadi Rp50.000 per Kg. “Naiknya terlalu tinggi, jadi kurang laku,” ungkapnya.
Pedagang Pasar Serdang lainnya, Acih, mengatakan harga cabai rawit merah yang sebelumnya Rp35.000 per Kg sekarang menjadi Rp50.000 per Kg. Sedangkan harga tomat kini Rp20.000 per Kg dari sebelumnya Rp18.000 per Kg.
Kata dia, kenaikan sejumlah bahan pangan menyulitkan pedagang dan pembeli. Kenaikan juga pada telur ayam yang sebelumnya Rp25.000 sekarang menjadi Rp30.000 per Kg.
Acih menyebutkan, kenaikan harga bahan pangan kerap terjadi menjelang perayaan Hari Raya Natal dan tahun baru, juga faktor cuaca yang saat ini telah memasuki musim hujan.
“Kenaikan harga sembako biasanya karena cuaca dan memang setiap akhir tahun menjelang Natal dan tahun baru sudah pasti naik,” ucapnya.
Dia berharap pemerintah segera melakukan intervensi sehingga harga-harga komoditas bahan pokok dapat stabil. Sebab, kenaikan harga-harga bahan pokok berdampak pada sepinya pembeli yang berujung menurunnya pendapatan pada pedagang.
“Harapan saya semoga pemerintah kembali menurunkan harga bahan pangan, karena berpengaruh banget dengan penjualan kami,” ujar Acih.
Pasca Gempa Cianjur Harga Sayuran Naik
Kondisi serupa juga dirasakan di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel). Salah seorang pedagang sayur, Slamet (36) mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sejak sebulan terakhir.
“Naik semua jelang Natal dan tahun baru, sejak sebulan terakhir. Setiap tahun pasti naik,” kata Slamet saat ditemui di Pasar Ciputat, Kamis (8/12).
Dia menyebutkan kenaikan paling tinggi terjadi pada cabai. Saat ini, harga cabai rawit merah mencapai Rp60.000 per Kg dari harga normalnya Rp40.000 per Kg pada bulan lalu.
Kemudian, disusul harga cabai rawit hijau yang mencapai Rp50.000 per Kg dari sebelumnya Rp30.000 per Kg. “Sejak sebulan lalu naik. Bertahap naiknya, enggak langsung segitu. Awal Desember hampir setiap hari naiknya,” ungkapnya.
Lalu, harga jual cabai merah keriting saat ini Rp40.000 per Kg dari normalnya Rp30.000–35.000 per Kg. Cabai hijau keriting Rp35.000 per kg dari harga normalnya Rp30.000 per Kg.
Begitu juga dengan harga cabai hijau besar harganya Rp35.000 per Kg dari sebelumnya Rp25.000 per Kg. "Yang paling mahal cabai rawit merah. Kenaikan sudah biasa terjadi menjelang tahun baru, apalagi sekarang ini banyak gempa. Otomatis pengiriman barang tersendat, dan bikin harganya naik,” tuturnya.
“Apalagi sayur-sayuran, pasca peristiwa gempa di Cianjur dampaknya parah banget. Banyak pengiriman sayur dari Cianjur, Cipanas, dan Sukabumi tersendat. Jadi berdampak,” sambungnya.
Dia menyebutkan, harga sayur hijau mengalami kenaikan mulai Rp1.000 hingga Rp10.000 per Kg. “Sayuran hijau kebanyakan dari Cianjur, sekarang naiknya, ada yang sampai Rp 10.000 per Kg,” ungkap Slamet.
Kenaikan tertinggi terjadi pada tomat. Sebelumnya harga normal tomat hanya berkisar Rp10.000-Rp12.000 Kg. Namun, kini harganya menyentuh angka Rp20.000 per Kg. Disusul sayur kol dari sebelumnya Rp8.000 per kg kini menjadi Rp10.000 per Kg dan kentang menjadi Rp15.000 Kg dari sebelumnya Rp 13.000 Kg.
Lalu kacang panjang jadi Rp15.000 per Kg dari sebelumnya Rp12.000 Kg, dan terong jadi Rp12.000 per Kg dari normalnya Rp8.000.
Sementara itu harga telur ayam negeri di Pasar Pademangan Timur, Pademangan, Jakarta Utara, naik menjadi Rp31.000 per Kg dari sebelumnya Rp26.000 per Kg. Selain itu, harga telur ayam kampung juga naik dari Rp2.000 menjadi Rp2.500 per butir jelang perayaan Natal dan tahun baru 2023.
Pedagang telur, Eka (32) memprediksi harga tersebut akan terus naik memasuki pekan terakhir 2022. “Harga telur lagi naik, karena mau Natal, jadi naik semua,” kata Eka saat ditemui di Pasar Pademangan Timur, Rabu (7/12/).
Menurut dia, akibat dari kenaikan harga, para pembeli mengurangi jumlah telur yang dibeli karena harganya dianggap terlalu mahal. “Omzetnya lumayan turun. Tapi, karena ini kebutuhan pokok, mereka tetap beli, tapi mengeluh,” ujarnya.