KabarJakarta.com--Pengamanan menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin di sekitar Gedung DPR diperketat. Penjagaan diperketat oleh personil gabungan Polri dan TNI. Minggu (20/10) siang, terpantau area masuk ke gedung DPR melalui stasiun Palmerah ditutup. Kendaraan dari jalan Asia-Afrik tidak bisa melintas. Sementara kendaraan yang melintasi Palmerah diarahkan menuju ke jalan Tentara Pelajar. Personil gabungan Polri dan TNI memperketat penjagaan gedung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) hingga Jalan Asia-Afrika. Di sejumlah titik pada wilayah tersebut dipersiapakan mobil-mobil Anoa, Water Canon hingga Baracuda. Diketahui, MPR RI hari ini akan menggelar Sidang Paripurna dalam rangka pelantikan Presiden dan Wapres masa jabatan 2019-2024 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta. Sedianya kegiatan tersebut akan dimulai sekitar pukul 14.30 WIB dan berakhir pada pukul 15.48 WIB. Ucapan selamat atas pelantikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin terpampang di trotoar pintu belakang masuk gedung DPR. Sejumlah tamu undangan telah hadir di komplek parlemen. Diantaranya Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Menurut Kang Emil -sapaan karib Ridwan Kamil-, siapapun pemimpin yang terpilih dalam proses pemilu, wajib didukung dan dihormati. "Saya menghimbau rakyat Indonesia, ada syariat yang mengatakan, taatlah kepada Allah SWT, rosul, dan pemimpin diantaramu,. Kalau pemimpin udah dilantik dan terpilih, mau dicoblos atau tidak, maka kita dukung. Karena beliau adalah nakhoda hidup kita lima tahun kedepan," kata Kang Emil. Kang Emil berharap agar masyarakat tidak lagi melihat masalalu. Terlebih saat proses Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Kang Emil berharap agar masyarakat memandang kedepan dan mengawal pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin. "Mengawali lima tahun berikutnya, saya sangat berharap di periode pertama Jokowi dilanjutkan dan yang kurang diperbaiki. Saya harap jangan lagi melihat masa lalu lagi, urusan pemilu, kita lihat kedepan. Kalau terlalu banyak lihat spion bisa ketabrak," tutur Kang Emil.
Pilihan Lain