KabarJakarta.com - Daratan utara Jakarta sudah lebih rendah dibandingkan dengan permukaan laut. Hal itu terlihat jelas di wilayah pesisir Penjaringan, Jakarta Utara.
Terdapat tanggul beton dengan tinggi kira-kira 2 meter dari sisi daratan. Tanggul berdiri memanjang memisahkan daratan dan perairan laut.
Jika berjalan di sisi daratan, seolah tidak terjadi apa-apa. Hanya terdengar suara deburan ombak yang menghantam tanggul yang terbuat dari beton itu.
Namun, jika mengintip ke arah laut dari balik tanggul, akan sangat terlihat jelas bahwa permukaan air laut lebih tinggi dibandingkan daratan. Selisih tingginya bahkan sudah mencapai 1,5 meter.
Artinya, apabila tidak ada tanggul, wilayah daratan Jakarta Utara sudah pasti tenggelam.
Meskipun dipisahkan tanggul, bukan berarti sisi daratan kering seluruhnya. Terdapat beberapa genangan yang cukup luas. Warga setempat mengatakan bahwa genangan tersebut berasal dari air laut yang melimpas ke daratan ketika air pasang.
Dikutip dari akun Instagram @sobatair.jkt, yang dikelola Dinas Sumber Air (SDA) DKI Jakarta, permukaan daratan di pesisir Jakarta disebut sudah lebih rendang dibandingkan perairan.
Penyebabnya adalah peningkatan volume air laut akibat dari mencairnya es di kutub sebagai dampak dari pemanasan global. Selain itu, permukaan tanah semakin turun akibat penggunaan air tanah yang masif.
Hasil penelitian ITB dan Dinas SDA Jakarta tahun 2021 mengatakan, bahwa sekitar 18-20% wilayah Jakarta sudah berada di permukaan laut. Angka itu dipastikan akan terus bertambah.