KabarJakarta.com - Warga Jakarta Utara diimbau untuk mencegah terjangkit wabah Demam Berdarah Dengue (DBD), dengan melakukan 3M Plus. Upaya ini dilakukan imbas meningkatnya kasus DBD di wilayah tersebut.
“Terjadi peningkatan kasus DBD dari tahun sebelumnya dengan jumlah kasus di tahun 2021 sebanyak 368 kasus. Dan, di tahun 2022 sebanyak 1.150 kasus,” kata Kepala Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Jakarta Utara Lysbeth Tegina Pandjaitan, Rabu (21/9/2022).
Sejauh ini, lanjut Lysbeth, fogging atau pengapan untuk membunuh nyamuk dilakukan bila ditemukan kasus dengan hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE) positif atau saat ditemukan jentik nyamuk.
Pemkot Jakut, kata Lysbeth, telah menyosialisasikan 3M Plus dan meningkatkan peran serta masyarakat terkait gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Adapun langkah 3 M yang harus dilakukan untuk mencegah merebaknya kasus DBD yaitu:
Menguras
Menguras adalah kegiatan membersihkan atau menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya.
“Dinding bak maupun penampungan air juga harus digosok untuk membersihkan dan membuang telur nyamuk yang menempel erat pada dinding tersebut,” jelas Lysbeth.
Saat musim hujan maupun pancaroba, kegiatan ini harus dilakukan setiap hari untuk memutus siklus hidup nyamuk yang dapat bertahan di tempat kering selama 6 bulan.
Menutup Tempat Penampungan Air
Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum perlu dilakukan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Menutup juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak membuat lingkungan semakin kotor dan dapat berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Memanfaatkan Barang Bekas
Disarankan memanfaatkan kembali barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang). Sebab, barang ini berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.
Sementara poin plus dalam 3M plus adalah bentuk upaya pencegahan tambahan yakni:
- Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
- Menggunakan obat anti nyamuk
- Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi
- Gotong Royong membersihkan lingkungan
- Periksa tempat-tempat penampungan air
- Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup
- Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras
- Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar
- Menanam tanaman pengusir nyamuk.
“Jika ada kasus demam di masyarakat, dianjurkan cek laboratorium ke fasilitas kesehatan masing-masing yang terdekat,” ucapnya.
Hingga sekarang ini, Lysbeth menyebut tidak ada kasus meninggal dunia akibat DBD di tahun 2022.
Sudin Kesehatan Jakarta Utara mencatat, Kecamatan Kelapa Gading menjadi wilayah yang memiliki kasus tertinggi di 2022.
“Berdasarkan incidence rate Kecamatan Kelapa Gading tertinggi IR, incidence rate-nya mencapai 81,12%,” ungkap Lysbeth.