Langsung ke konten
News

Jumlah Korupsi di Indonesia Pada 2021 Meningkat Dibandingkan Tahun 2020

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) mengeluarkan survei terbarunya, Minggu (26/12/2021). Hasilnya, sebagian publik menilai korupsi di Indonesia saat ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun lalu.

Direktur Riset SMRC Deni Irvani mengatakan, sebanyak 41,1 persen responden menilai korupsi di Indonesia secara umum saat ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu, sebanyak 22,1 persen menilai kasus korupsi di Indonesia semakin sedikit. Dan, 31,1 persen menilai sama saja. Sedangkan yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 5,7 persen.

Deni mengatakan, bila merujuk pada kondisi saat ini, hanya 28,2 persen publik yang menilai kondisi pemberantasan korupsi di Indonesia baik atau sangat baik.

“Sedangkan jumlah responden yang menilai pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini buruk atau sangat buruk sebanyak 41,5 persen. Dan, 25,1 persen menilai biasa saja. Selebihnya, 4,5 persen berpendapat tidak tahu atau tidak menjawab,” papar Deni.

Lanjut Deni, jika dilihat dari data historis dalam dua tahun terakhir, ada kecenderungan publik yang menilai korupsi semakin banyak, jumlahnya selalu lebih besar dibandingkan yang menilai kasus korupsi semakin sedikit.

Meski begitu, hasil survei menyebutkan, publik optimis terhadap penanganan korupsi di tahun 2022 mendatang. Mereka yang menilai kondisi pemberantasan korupsi tahun depan akan baik atau sangat baik mencapai 54,8 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan yang menilai kondisi pemberantasan korupsi akan buruk atau sangat buruk yang sebesar 18 persen.

“Hasil survei ini juga menyebutkan, 43,8 persen menilai korupsi tahun 2022 akan semakin sedikit, dibandingkan yang menilai akan semakin banyak yang sebesar 19,3 persen,” ungkap Deni.

SMRC menggelar survei pada 8-16 Desember 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung dengan jumlah responden 2420 orang yang dipilih secara acak (multistage random sampling) dari seluruh populasi Indonesia yang berumur 17 tahun atau sudah menikah.

Response rate atau responden yang dapat diwawancari secara valid sebesar 2062 atau 85 persen. Sedangkan margin of error survei diperkirakan sebesar 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua