Langsung ke konten
News

Jumlah Pengunjungnya Melebihi 1.000 Orang, Kawasan Kota Tua Bakal Ditutup Sementara

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com - Pemprov DKI Jakarta akan menutup sementara kawasan Kota Tua jika jumlah pengunjung melebihi kapasitas, yaitu 1.000 orang. Hal itu dikatakan Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua Dedy Tarmizi.

“Kalau melebihi 1.000 orang, maka pengunjung lainnya akan kita arahkan ke area Kali Besar atau tempat wisata lain,” kata Dedy Tarmizi, Rabu (4/5/2022).

Dijelaskannya, ada dua pintu masuk yang dibuka untuk para pengunjung Kota Tua, yakni pintu masuk sisi Museum Bank Mandiri dan pintu masuk Kota Intan. Sementara, pintu keluar yang dubika adalah lorong Jasindo.

Dedy menyebutkan, untuk mengetahui jumlah pengunjungnya, pihaknya memantau melalui aplikasi PeduliLindungi.

Selama liburan Lebaran 2022, Kota Tua buka setiap hari sejak pukul 08.00-18.00 WIB. Jumlah pengunjung dibatasi maksimum 75 persen dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Ketentuan itu mengacu pada keputusan pemerintah daerah dan status PPKM Level 2 yang diberlakukan di DKI Jakarta.

Lokasi parkir

Sementara itu, Dedy Tarmizi mengimbau, kepada para pengunjung Kota Tua agar memarkirkan kendaraannya di lokasi parkir yang telah disediakan, yakni di Jalan Cengkeh, Taman Kota Intan.

Katanya, lahan parkir tersebut mampu menampung 11 bus, 90 mobil pribadi dan sepeda motor lebih dari 300.

Dedy menjelaskan, saat ini penataan dan revitalisasi kawasan Kota Tua masih dilakukan, sehingga akses bagi kendaraan pribadi juga terhambat.

Dari pantauan yang dilakukan, selain Taman Kota Intan, beberapa tempat parkir untuk sepeda motor ada di belakang Gedoeng BNI. Namun, akses bagi pejalan kaki dari Gedoeng BNI ke Kota Tua belum tersedia. Pejalan kaki harus menyeberang jalan tanpa melalui zebra cross menuju Museum Bank Mandiri dan melewati celah pagar proyek revitalisasi.

Banyak pengunjung yang melewati rute ini sehingga membuat mereka harus antre cukup panjang untuk bergantian melewati celah pagar proyek yang sempit.

Menanggapi itu, Dedy mengakui memang akses dari Gedoeng BNI ke Kota Tua masih dalam kondisi penataan. “Aksesnya memang belum rapih. Kami berharap revitalisasi selesai bulan Juni,” tuturnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua