KabarJakarta.com – Arus informasi di media sosial menuntut pelajar untuk lebih cermat dalam memilah informasi. Kemampuan berpikir kritis dan menahan diri sebelum berkomentar menjadi bekal penting agar tidak mudah terjebak kesalahpahaman maupun konflik di ruang digital.
Pesan tersebut disampaikan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto saat mengunjungi SMAN 82 Jakarta di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (2/11), melalui kegiatan bertajuk Polisi Peduli Pendidikan.
Di hadapan para siswa, Dadang mengingatkan pentingnya memanfaatkan masa sekolah untuk memperluas pengetahuan, mengasah keterampilan, dan membangun karakter. Masa SMA merupakan kesempatan berharga untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapi tanggung jawab yang lebih besar.
"Ketika kita SMA, manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Masa SMA, masa yang paling enak, paling indah. Nanti, kalau sudah lulus, kuliah lebih berat lagi bebannya," papar Dadang.
Ia menilai, persiapan masa depan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik. Pelajar juga perlu membiasakan diri berpikir jernih, memahami persoalan dari berbagai sudut pandang, dan mempertimbangkan dampak tindakan sebelum mengambil keputusan.
Cermat menyaring informasi
Dalam dialog interaktif bersama para siswa, Dadang menekankan pentingnya mencermati dan menganalisis informasi sebelum menarik kesimpulan. Informasi yang diterima, terutama melalui media sosial, tidak seharusnya langsung dipercaya atau disebarkan tanpa pemeriksaan.
Kemampuan tersebut diperlukan agar pelajar tidak mudah terpengaruh kabar yang belum jelas kebenarannya. Mereka juga perlu memahami bahwa informasi yang tidak utuh dapat menimbulkan penafsiran berbeda dan memicu persoalan.
Dadang turut mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi. Menurut dia, komunikasi yang tidak terjalin dengan baik berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di antara individu maupun kelompok.
Karena itu, siswa perlu mempertimbangkan isi dan dampak pesan sebelum mengunggah konten atau menuliskan komentar di media sosial. Sikap bijak di ruang digital bukan hanya soal menjaga diri, tetapi juga menghormati orang lain dan mencegah konflik.
"Kita semua datang ke sini, karena sayang sama generasi muda. Adik-adik semua, karena adik-adik ini akan menggantikan kita, untuk membawa negara menjadi lebih baik. Masyarakat ini menjadi lebih baik," ujar Dadang.
Bangun kedekatan dengan pelajar
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan, program Polisi Peduli Pendidikan menjadi sarana membangun komunikasi yang harmonis antara kepolisian dan generasi muda.
Melalui pendekatan edukatif dan humanis, kepolisian ingin mendukung peran guru dan orang tua dalam mendampingi perkembangan pelajar. Pendampingan tersebut diharapkan membantu siswa tumbuh menjadi pribadi yang mampu menghadapi tantangan sekaligus bertanggung jawab atas tindakannya.
Kunjungan ke SMAN 82 Jakarta juga menjadi bagian dari upaya Polda Metro Jaya mempererat hubungan dengan lingkungan pendidikan. Kehadiran polisi di sekolah tidak hanya membuka ruang dialog, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pelajar untuk memahami pentingnya sikap kritis, kedewasaan, dan kepedulian sosial.
Melalui kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya mendorong lahirnya generasi muda yang berilmu, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama.
Pesan itu sejalan dengan semangat Kerja Melayani Jakarta, yang menempatkan kedekatan dengan masyarakat sebagai bagian dari pelayanan. Bagi para pelajar, bekal menghadapi masa depan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana: menggunakan waktu sekolah dengan baik, memeriksa kebenaran informasi, dan berpikir sebelum berbicara maupun bertindak.