KabarJakarta.com - Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin berbicara tentang penduduk surga yang dipenuhi orang Indonesia. Dia merujuk pada hadist Nabi Muhammad SAW tentang orang yang mengucapkan kalimat tauhid.
Ketika menyampaikan sambutannya dalam axara ‘Zikir Kebangsaan’ di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (1/8/2022), awalnya Ma’ruf berbicara mengenai nikmat Allah yang diberikan kepada bangsa Indonesia.
“Indonesia ini diberi oleh Allah banyak dan tidak dimiliki oleh negara lain. Kita memiliki produk pertanian, memiliki produk perkebunan, memiliki produk kelautan, memiliki tambang-tambang yang tidak dimiliki oleh negara lain,” kata Ma’ruf Amin.
Lalu, Ma’ruf mengingatkan bahwa potensi alam itu harus diolah sedemikian rupa agar bermanfaat bagi masyarakat. Dia menganalogikannya sebagai ‘hamzah washal’.
“Hanya memang kita harus mengolahnya, karena itu yang kita butuhkan. Menurut istilah saya, hamzah washal, apa hamzah washal itu? huruf hamzah yang menghubungkan antara satu kalimat dengan kalimat yang lain sehingga menjadi untaian kata yang indah,” jelasnya.
Setelah itu, Ma’ruf berbicara nikmat Allah tentang banyaknya orang Indonesia yang memeluk agama Islam. Setelah itu dia mengucapkan harapan agar banyak orang Indonesia yang menjadi penghuni surga.
“Nikmat Allah yang lain menurut saya kita ini bangsa Indonesia menjadi bangsa yang memeluk Islam terbanyak di dunia. Kalau kita mengacu pada hadis nabi. Man qola lailaha illalalah, dakhola jannah. Siapa yang berkata la ilaha illallah dakholah jannah masuk surga,” ujar Ma’ruf Amin.
“Berarti penduduk surga itu kebanyakan bangsa Indonesia. Kenapa begitu? karena memang yang banyak mengucap la ilaha illallah adalah bangsa Indonesia. Jadi nanti di surga nanti bangsa Indonesia semua itu,” lanjutnya.
Namun, dia menjelaskan, orang Islam akan menjalani proses terlebih dahulu sebelum masuk surga. Dia berharap tidak banyak orang yang mengalami proses pemanggangan.
“Hanya memang ada yang langsung, ada yang tidak langsung. Ada yang pakai proses, proses pemanggangan namanya itu. Mudah-mudahan saja yang mengalami proses pemanggangan itu sedikit. Jangan banyak-banyak,” pungkas Ma’ruf Amin.