KabarJakarta.com -- Organinsasi Kesehatan Dunia atau WHO, melaporkan bahwa virus Covid-19 varia Omicron telah ditemukan atau diidentifikasi di 77 negara di dunia. Temuan ini membuat WHO memperingatkan varian terbaru ini sangat cepat menyebar.
“Varian Omicron menyebar dengan kecepatan yang belum pernah kami lihat pada varian sebelumnya,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dilansir dari NPR, Rabu (15/12) kemarin.
Tedros melanjutkan, ada kemungkinan varian Omicron ini juga sudah menyebar di negara-negara di dunia, meskipun belum terdeteksi.
Dia khawatir, dengan munculnya varian Omicron yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan pada 24 November 2021 lalu akan memicu penimbunan vaksin Covid-19 di berbagai negara, termask negara maju yang tengah menjalankan vaksinasis dosis ketiga.
“Saya tegasnya, WHO tidak menentang program vaksin booster. Kami menentang ketidakadilan. Memberikan booster kepada kelompok dengan risiko rendah atau risiko kematian rendah hanya membahayakan nyawa mereka yang berisiko tinggi, yang masih menunggu vaksin dosis utama mereka,” ujarnya.
Pasalnya, menurut Tedros, ada kesenjangan besar pada sistem vaksinasi di setiap negara di seluruh dunia.
Berdasarkan laporan, sebanyak 41 negara masih belum dapat melakukan vaksinasi terhadap 10 persen dari populasi mereka. Sementara, sebanyak 98 negara belum mencapai 40 persen target vaksinasi.
Tak hanya itu, Tedros juga mengimbay kepada masyarakat dunia yang belum atau yang sudah divaksin untuk tetap menjalani protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, hingga menjaga kebersihan dengan mencuci tangan.
Menurutnya, vaksin tidak akan membuat negara mana pun keluar dari krisis pandemi Covid-19.
Varian Omicron sudah masuk Indonesia
Di berita sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa salah satu dari tiga petugas kebersihan di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, positif Omicron setelah dilakukan Genome Sequencing.
“Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Rabu (15/12) malam mendeteksi ada pasien N terkonfirmasi Omicron,” kata Budi Gunadi melalui konferensi pers, Kamis (16/12/2021).
Katanya lagi, pasien N adalah petugas kebersihan di Wisma Atlet di mana pada 8 Desember 20201 sampelnya diambil, kemudian dikirim ke Kemenkes untuk di tes Whole Genome Sequencing (WGS).
“Kami terima sampel tanggal 10 Desember. Ada tiga pekerja kebersihan yang positif, satu di antaranya positif Omicron,” ungkapnya.
Budi Gunadi menyebutkan, ketiga orang tersebut dinyatakan positif tanpa gejala. “Tanpa gejala, terlihat sehat, tidak demam, dan tidak batuk-batuk,” terang Budi Gunadi.
Menkes mengatakan, penyebaran Omicron terbukti sangat cepat. Di Inggris misalnya, dari 10 kasus per hari saat ini sudah mencapai 70.000 kasus per hari. Jauh lebih tinggi dari puncak kasus di Indonesia pada bulan Jul di angka 50.000 per hari.
Terkait dengan temuan ini, Menkes Budi Gunadi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang. Terpenting adalah segera melakukan vaksinasi Covid-19, terutama untuk kelompok rentan dan lansia, serta tidak perlu berpergian ke luar negeri jika tidak mendesak, serta terus menerapkan protokol kesehatan 5M dan memperkuat 3T.
“Kedatangan varian baru dan luar negeri yang kita identifikasi di karantina, menunjukkan bahwa sistem pertahanan kita atas kedatangan varian baru cukup baik, perlu kita perkuat. Jadi wajar kalua harus stay 10 hari dikarantina. Tujuannya bukan untuk mempersulit orang yang datang, tapi melindungi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Budi Gunasi Sadikin.