KabarJakarta.com - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PIDP Dwi Rio Sambodo mengkritik pembangunan speed dump alias polisi tidur yang dicat menyerupai zebra cross di Jalan Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara, yang membuat para pengendara jatuh. Dia menilai pembuatan speed bump itu sebuah kebijakan yang ceroboh.
“Semua tindakan kebijakan atas kebutuhan kondisi lapangan haruslah dipetakan, dikaji dan disimpulkan secara matang dan menyeluruh sehingga tindakan tersebut memanglah benar-benar sesuai dengan kebutuhan kondisi yang ada. Di sinilah letak kecerobohan instansi terkait/Bina Marga dalam memenuhi pendekatan penanganan masalah,” kata Dwi Rio, Jumat (26/8/2022).
Dia menjelaskan bahwa polisi tidur itu bisa disebut dengan istilah speed bump, speed hump dan speed table. Ketiga polisi tidur itu disesuaikan dengan kondisi lalu lintas di jalan tersebut serta ketinggian dan lebarnya juga berbeda.
Untuk diketahui, speed bump berfungsi untuk mengurangi kecepatan dengan lebih agresif dibanding dengan speed hump dan speed table. Menurut Dwi Rio, di Jalan Danau Sunter Selatan itu lebih tepat dipasang dengan speed hump ataupun speed table.
“Jenis yang dimaksud sebenarnya tidak hanya satu jenis saja. Tapi ada tiga jenis yaitu selain speed bump, ada speed hump dan speed table. Nah dengan posisi jalan seperti di sana pilihan maksimalnya harusnya hanya berbentuk speed hump atau speed table yang lebih soft dan lebih pada efek kejut," kata dia.
“Itu pun jika dirasa harus dibuatkan yang dimaksud. Ditambah lagi atau dilengkapi dengan pemberitahuan atau rambu-rambu jalan lainnya bisa 1-2 rambu sebelum menuju speed hump/speed table sehingga tidak menimbulkan efek resiko jatuh,” terangnya.
Pemasangan speed bump itu disebut untuk mencegah terjadinya balap liar. Menurut Dwi Rio, pencegahan balap liar ditangani dengan berbagai cara.
“Balapan liar sesungguhnya dapat ditangani dengan multi cara. Baik soft maupun hard. Semestinya lebih intens dan sistematik dalam penanganannya,” tuturnya.
Untuk diketahui, akibat pemasangan speed bump yang dicat menyerupai zebra cross di Danau Sunter, Jakarta Utara, mengakibatkan banyak pengendara mengalami kecelakaaan. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan speed bump itu dibangun atas arahan kepolisian.
“Pembuatan polisi tidur di Jalan Danau Sunter Selatan dilaksanakan tadi malam oleh Satgas Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara atas arahan dari Polsek Tanjung Priok dan Lantas Polres Jakarta Utara,” kata Hari Nugroho, Kamis (25/8).