KabarJakarta.com -- Analis politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno menilai kedekatan Anies dengan kelompok Islam tertentu bisa jadi penyebab elektabilitasnya sebagai bakal capres 2024 stagnan.
Meski begitu, kata Adi, Anies tidak bisa melepaskan diri dari bayang-bayang kelompok Islam tertentu tersebut.
"Memang sih, kelompok itu pendukungnya solid, tapi juga membuat dia (Anies Baswedan) sulit melebarkan sayap ke mana-mana, karena kelompok lain sulit merapat. Wajah agamanya terlalu dominan," ujar Adi Prayitno saag dihubungi melalui telepon, Jumat (3/12/2021).
Menyadari itu, lanjut Adi, Anies mulai memoles dirinya agar terlihat pro terhadap keberagaman. Ini ditunjukkan Anies saat bertemu dengan Ketua Perwakilan Wilayah NU Jawa Timur, Marzuki Mustamar.
Ia menilai kunjungan itu merupakan hasil kalkulasi politik yang matang karena selama ini Anies dianggap hanya mewakili basis pemilihnya di Pilkada DKI Jakarta 2017 yang sarat politik identitas.
“Karena basis Nahdliyin atau warga NU punya tarikan mazhab yang agak berbeda dengan basis pemilih Anies di Jakarta. Kelompok Nahdliyin agak susah menerima Anies karena dia terlampau dekat dengan kelompok-kelompok yang dianggap tidak plural itu,” pungkas Adi.