Langsung ke konten
News

Kemensos Gandeng Karang Taruna dan Pemulung Bersihan Sungai Cilincing

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Kementerian Sosial (Kemensos) mengadakan Bakti Sosial Bersih Lingkungan dan Pilah Sampah, dan Tanam Pohon di Sungai Cilincing, Jakarta Utara. Kegiatan ini digelar dalam rangka Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Tahun 2022 yang diperingati setiap tahunnya pada tanggal 20 Desember.

Aksi bersih sungai dan pemilahan sampah ini melibatkan 50 pemulung binaan Yayasan Kumala, masyarakat sekitar, serta 50 personel Karang Taruna Jakarta Utara.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Beni Sujanto mengatakan bakti sosial tersebut dilaksanakan pada hari Minggu (11/12), dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan.

“Kami sepakat bahwa kebersihan lingkungan tidak hanya dilakukan saat ada momen tertentu saja. Ini harus menjadi sebuah kesadaran, bagaimana meningkatkan tanggung jawab sosial masyarakat, minimal untuk mengurangi sampah yang ada di sekitar sungai dan lingkungan sini,” kata Beni dalam keterangan tertulis, Senin (12/12/2022).

Berkolaborasi dengan Yayasan Kumala, kegiatan itu juga sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dengan mengajarkan pemilahan sampah rumah tangga untuk didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomi.

“Melalui kolaborasi kami dengan Yayasan Kumala, masyarakat juga kami berdayakan, diajarkan untuk memilah dan memisahkan sampah dari rumah tangga, mana-mana saja yang bisa diolah, mana-mana saja yang bisa didaur ulang, sebelum berakhir di tempat pembuangan,” kata dia.

Dia menjelaskan, hasil sampah yang telah didaur ulang bisa dicetak dalam bentuk-bentuk kerajinan tangan dan lain sebagainya yang menghasilkan uang.

“Jadi, kita sepakati mulai dari Cilincing bahwa sampah akan menjadi berkah,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Kemensos melalui Direktorat Pemberdayaan Masyarakat juga menyalurkan bantuan berupa 2 set alat daur ulang sampah, 1.000 bibit tanaman produktif dan polybag, serta 10 buah gerobak sampah inovasi pemulung.

Hal senada dikatakan Asisten I Pembangunan dan Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman, yang hadir mewakili Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim. Dia berharap masyarakat Cilincing terdorong untuk mengolah sampah menjadi barang yang memiliki nilai jual.

Dia pun mengapresiasi Kemensos yang menginisiasi bakti sosial di Cilincing. Ia juga berterima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warganya.

“Ini melecut motivasi masyarakat di sini. Beban kita akan permasalahan sampah juga berkurang. Sekali lagi terima kasih, Kemensos hadir bersama kita di sini, juga bantuannya. Mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi kita semua,” katanya.

Sementara itu, peserta kegiatan Bakti Sosial, Pasti Marpaung (55) menyambut baik bersih lingkungan yang dilakukan Kemensos.

“Kalau saya sih, tanggapannya baik, karena kita, rakyat kecil, juga ikut dilibatkan, artinya kita ikut diperhatikan. Menurut saya, kegiatan ini juga bagus untuk dilanjutkan ke depan,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan kegiatan bersih-bersih yang dilakukannya untuk memunguti sampah di sepanjang badan sungai. “Saya tadi ikut naik kapal untuk pembersihan di jalur sungai, ambil, serok-serok sampah,” ujarnya.

Menurut dia, sejak pagi ia sudah berkeliling dari satu tempat ke tempat lain, dengan karung di pundak dan alat penjepit besi di tangan untuk mengais barang-barang bekas. Kali ini, pencarian itu dilakukannya dari atas kapal yang berlayar menyusuri muara sungai.

Air Bersih di Kalibaru

Sehari sebelumnya, telah dilakukan hal serupa di Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (10/12). Selain bersih lingkungan, kegiatan itu juga meliputi pengecatan rumah, sanitasi dan realisasi air bersih.

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial dan Non Alam (PSKBSNA), Mira Riyati Kurniasih mengapresiasi warga yang terlibat. Menurutnya, kegiatan gotong royong membuktikan kesetiakawanan sosial masyarakat masih sangat baik.

“Hari ini, kita bisa lihat bahwa masyarakat di sini masih sangat tinggi semangat gotong royongnya. Rasa kesetiakawanan di sini perlu kita beri apresiasi. Kita bisa lihat, hasil gotong royong membuat pemukiman ini tampak lebih bersih, lebih rapi, dan berwarna. Ini yang harus kita jaga terus,” kata Mira.

Sementara itu, instalasi air bersih terpadu untuk masyarakat di RW 04 Kelurahan Kalibaru juga telah rampung. Masyarakat, yang sebelumnya sulit mendapatkan air bersih, kini telah memiliki instalasi air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Selain masyarakat setempat, gotong royong ini melibatkan pilar-pilar sosial di DKI Jakarta, diantaranya Taruna Siaga Bencana (Tagana), Pelopor Perdamaian, Karang Taruna, hingga para Pendamping PKH.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua