SEBANYAK 42 anak berusia 0-18 tahun di DKI Jakarta mengalami gangguan gagal ginjal akut misterius. Pertanyaannya, apa saja gejalanya?
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta melalui akun Instagram @dinkesdki menjelaskan gejala-gejala gagal ginjal akut misterius pada anak.
“Gejala gangguan gagal ginjal akut misterius, gejala awal demam, diare atau muntah, batuk atau pilek,” demikian bunyi penjelasannya dikutip dari akun Instagram @dinkesdki, Sabtu (15/10/2022).
Data Dinkes DKI itu juga menerangkan gejala lanjutan dari gejala awal tersebut, di antaranya frekuensi buang air kecil (BAK) berkurang hingga sesak nafas.
“Gejala lanjutan jumlah urine dan frekuensi BAK berkurang, badan membengkak, penurunan kesadaran, sesak nafas,” tulis Dinkes DKI Jakarta.
Cara Penanganan
Dinkes DKI mengimbau agar anak yang mengalami gejala gagal ginjal akut misterius segera dibawa ke rumah sakit untuk berobat. Menurutnya, penanganan dan pemulihan pada anak akan lebih cepat tertangani jika lebih cepat terdeteksi.
“Jika anak ditemukan demam, diare, muntah, frekuensi BAK berkurang sebaiknya dalam 12 jam harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan (faskes). Semakin cepat gangguan ginjal akut misterius terdeteksi, semakin baik perbaikan penyakit jika ditangani secara khusus,” tulis aku @dinkesdki lagi.
Selain itu, pencegahan penyakit gangguan gagal ginjal akut misterius pada anak juga dilakukan dengan cara:
- Cukupi kebutuhan cairan harian sesuai usia
- Konsumsi makanan lengkap dan gizi seimbang
- Terapkan pola hidup sehat
- Hindari mengkonsumsi obat-obatan keras terbatas tanpa resep dokter.
Penyebabnya Masih Misterius
Sementara itu, hingga sekarang ini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab seorang anak menderita gagal ginjal akut misterius.
“Penyab pasti dari gangguan ginjal akut misterius belum diketahui dan masih dalam proses investigasi,” tulis Dinkes DKI.