Langsung ke konten
News

Kenapa Warga Jakarta Ogah Naik Angkot Konvensional? Nih Biang Keroknya

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Mayoritas warga Jakarta cenderung tidak memilih angkutan kota (angkot) konvensional sebagai alat transportasi saat berpergian sehari-hari. Ada beragam alasan yang membuat mereka enggan naik angkot.

Alasan itu di antaranya tidak aman dan nyaman, yang lebih membuat kesal, sopirnya yang kerap mematok tarif tinggi.

Fadhila (17), pelajar SMA, yang selalu menggunakan angkot mengaku dirinya selalu memilih angkot JakLingko untuk berangkat dan pulang sekolah.

Kata warga Palmerah, Jakarta Barat ini, meski harus menunggu cukup lama, dia tetap memilih angkot Jak Lingko sebagai tumpangannya.

Ia menilai angkot JakLingko lebih bersih dan nyaman dibandinkan angkot konvensional. Selain itu, ia pernah punya pengalaman menjadi korban kejahatan ketika naik angkot konvensional, sehingga membuat dirinya kapok menggunakan angkot konvensional.

“Angkot JakLingko lebih aman. Aku rasa karena ada CCTV yang mengawasi seisi angkot, jadi orang tidak bisa berbuat jahat,” katanya.

Karena itu, Fadhila rela menunggu angkot berkode Jak 14 dengan rute Tanah Abang-Meruya selama 40 menit. Padahal, selama menunggu itu, ada 16 angkot konvensional M11 yang melayani rute yang sama melintas.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua