Langsung ke konten
News

Ketua DPRD DKI: Program Anies Hanya Bagus di Kata-kata Saja

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menilai program Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Anies Baswedan seringkali hanya bagus di penamaan atau kata-kata saja. Ia mencontohkan soal program Kampung Susun Bayam yang terdampak pembangunan Jakarta International Stadium (JIS).

Namun, kata Prasetio, baru-baru ini muncul rencana untuk menjadikan Kampung Susun Bayam sebagai tempat tinggal pekerja pendukung operasional JIS.

“Buat apa kalau pada ujung-ujungnya Kampung Susun Bayam untuk para pekerja pendukung JIS, buat apa dilakukan CAP. Itu Namanya menipu, membohongi publik,” kata Prasetio melalui keterangan tertulis, Senin (17/1/2022).

Sebagai informasi, CAP adalah kependekan dari Community Action Plan, yang dilakukan sebelum pemerintah membangun sebuah fasilitas.

Melalui CAP, pemerintah meminta masukan dari warga terkait proyek yang akan dibangun.

Lanjut Prasetio, Kampung Susun Bayam akan percuma jika dibangun tidak diperuntukkan bagi warga Kampung Bayam yang terdampak proyek pembangunan JIS.

Seharusnya, kata Prasetio, Pemprov DKI memberitahukan kepada warga Kampung Bayam bahwa mereka digusur.

“Ganti juga istilah Kampung Bayam itu. Ini bukti seringkali program Pemprov DKI yang sekarang hanya bagus di kata-kata saja,” tukasnya.

Ia pun mendesak Gubernur DKI Jakarta untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi warga Kampung Bayam. Menurutnya, warga tersebut tidak boleh dibiarkan hidup susah di rumah kumuh, termasuk yang berada di pinggir rel kereta api.

Penjelasan Jakpro

Manajer proyek PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Arry Wibowo mengatakan, Kampung Susun Bayam akan ditempati oleh pekerja pendukung operasional JIS.

“Ini stadion besar banget. Perlu fasilitas pekerja di mana sehari-hari mereka berkolaborasi merawat JIS, seperti cleaning service, security, dan lain-lain. Harapannya bisa ditampung di situ,” jelas Arry di JIS, Jumat (14/1) pekan kemarin.

Arry mengatakan, Jakpro akan segera melakukan seleksi pekerja yang akan merawat stadion dan sekitarnya. Namun, ia mengaku belum mengetahui jumlah pasti pekerja yang akan tinggal di Kampung Susun Bayam tersebut.

“Nanti akan dilakukan mekanisme seleksi oleh Pemprov DKI. Jadi kami menerimanya setelah diseleksi oleh Pemprov DKI,” terangnya.

Warga terpaksa tinggal di pinggir rel kereta api

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa pembangunan JIS berdampak pada tempat tinggal warga di Kampung Bayam. Dan, Pemprov DKI Jakarta berjanji akan merelokasi warga terdampak ke sebuah kampung susun berbentuk rumah susun (rusun).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, penataan Kampung Bayam yang terdampak pembangunan JIS sudah dimulai sejak Desember 2021. Dia menjelaskan, penataan pemukiman warga yang digusur karena pembangunan JIS itu diperkirakan selesai pada Maret 2022.

“Penataan Kampung Bayam sudah dilakukan sejak Desember 2021 dan selesai Maret 2022,” kata Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/1/2022).

Riza menyebut, Pemprov DKI telah menugaskan BUMD yakni PT Jakpro untuk penataan tersebut.

Dalam penataannya, ada 135 unit rumah yang akan dibangun agar kawasan JIS bisa tertata dengan baik sebagai ikon baru DKI Jakarta.

“Prinsipnya kawasan JIS akan kami tata sebaik mungkin, karena ini tidak hanya menjadi ikon Jakarta, tapi ke depannya akan menjadi kebanggaan kita memiliki stadion olahraga, stadion sepak bola berkelas internasional, dan tidak kalah dengan stadion yang sudah ada di dunia,” pungkas Riza Patria. (Edward)

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua