Langsung ke konten
News

Ketua Pelaksana Formula E Bakal Diinterogasi DPRD DKI, Kapan?

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- DPRD DKI Jakarta berencana akan memanggil Ketua Pelaksana Formula E Ahmad Sahroni untuk dimintai keterangan berbagai persoalan jelang event balapan mobil listrik tersebut.

Wakil Ketua Komisi E Anggara Wicitra Sastroamidjojo mengatakan, pemanggilan Ahmad Sahroni dilakukan untuk meminta kejelasan soal rencana penyelenggaraan Formula E.

Salah satu yang akan ditanyakan adalah hingga saat ini belum sedikit pun dibangunnya sirkuit atau lintasan balap di kawasan Ancol, Jakarta Utara yang sudah diputuskan sebagai lokasi pelaksanaan balap Formula E.

“Kami di Komisi E memang berencana memanggil (Ahmad Sahroni) karena ini simpang siur. Kapan waktunya, dalam waktu dekat ini,” ujar Wicitra,  Minggu (9/1/2022).

Selain soal sarana dan prasarana yang belum dibangun, Komisi E juga mau meminta penjelasan soal pembiayaan Formula E. Sebab, pihak Jakpro hingga kini masih menutup rapat informasi terkait sponsor yang sudah berhasil digandeng.

“Pertama statement bahwa pak Sahroni bilang Formula E tidak dibiayai APBD. Nah, kemudian penentuan lokasi yang sampai hari ini kita enggak lihat kesiapannya seperti apa,” ujarnya.

Tak hanya Ahmad Sahroni saja, Komisi E juga berencana akan memanggil pihak Jakpro dan dinas-dinas terkait.

Menanggapi itu, Ahmad Sahroni menyatakan akan bersikap transparan soal penyelenggaraan ajang balap bertenaga listrik yang akan digelar Juni 2022.

“Soal transparansi jadi poin utama saya, karena itu termasuk poin yang dikritik masyarakat,” kata Ahmad Sahroni dalam keterangan tertulis, Minggu (9/1/2022).

Soal persiapan jelang balapan, Sahroni mengatakan, Pemprov DKI maupun PT Jakarta Propertindo hingga kini belum menyerahkan hasil uji kelayakan penyelenggaraan Formula E, ia memastikan akan sesegera mungkin diberitahu ke publik.

“Saya akan pastikan bahwa untuk Formula E ini transparansinya terjaga dan akan selalu kita kedepankan,” ucap dia.

“Mulai dari transparansi proses pengerjaan, hingga transparansi menyangkut anggaran dan lain sebagainya,” tambah Sahroni.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua