Langsung ke konten
News

Ketua Umum PBNU Ingin ‘Hidupkan’ Gus Dur Kembali

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Ketua Umum Pengurus Besa Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyatakan hendak membangun gerakan ‘menghidupkan’ Gus Dur. Ia ingin masyarakat mengadopsi nilai-nilai yang diperjuangkan oleh Presiden RI ke-4 itu demi mewujudkan masa depan yang lebih mulia.

Yahya menyampaikan hal itu saat berpidato di peringatan ke-12 Hari Ulang Tahun (Haul) Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Kamis (30/12) malam.

“Mari kita bersama membangun gerakan menghidupkan Gus Dur,” kata Gus Yahya, panggilan akrab pria ini.

Gus Yahya menegaskan, jika sejuta orang yang terlibat dalam gerakan ini dinilai belum cukup, maka ia ingin mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama mengadopsi dan mempercayai nilai-nilai dan gerakan yang dulu diperjuangkan Gus Dur.

Ia berkeyakinan, peluang untuk menghadirkan kembali apa yang pernah dihadirkan oleh Gus Dur apabila diupayakan bersama-sama akan terwujud kembali.

Katanya lagi, saat ini banyak rakyat Indonesia yang merindukan Gus Dur sejak kepergiannya 12 tahun lalu.

“Kehadiran Gus Dur sejatinya masih dibutuhkan di tengah berbagai masalah bangsa dan negara ini. Sebab, dalam situasi bangsa seperti ini, hanya sedikit figur yang tampil dengan kercerdasan untuk menawarkan jalan keluar seperti yang Gus Dur lakukan,” ujarnya.

Dia menambahkan, Gus Dur adalah idealisme dan visi. Dijelaskannya, idealism Gus Dur yakni idealisme kemanusiaan inklusif dan universal, yang mengajarkan bahwa manusia harus berpihak kepada sesama tanpa peduli melihat latar belakangnya.

Sementara, visi Gus Dur adalah bergerak untuk mengupayakan transformasi realitas, transfirmasi masyarakat seluas-luasnya menuju kualitas kehidupan yang lebih baik untuk seluruh rakyat Indonesia.

“Di tengah-tengah begitu banyaknya ketidakpastian masa depan, kekalutan, alangkah sedikitnya yang mampu tampil dengan gerakan-gerakan profetik seperti Gus Dur,” ucap Gus Yahya.

“Rasanya, tidak ada lagi hari ini seorang manusia yang bisa berperan menggantikan Gus Dur,” tambahnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua