KabarJakarta.com — Kebutuhan air bersih di Kepulauan Seribu tidak selalu selesai hanya dengan membangun jaringan perpipaan. Di Pulau Kelapa dan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, warga masih menghadapi persoalan debit air yang belum merata. Ketika pasokan dari jaringan tidak mencukupi, warga membutuhkan pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi itulah yang melatarbelakangi kehadiran kios pelayanan air bersih yang disediakan PAM Jaya di kedua kelurahan tersebut. Kios ini menjadi fasilitas tambahan sekaligus upaya mengurangi antrean warga yang selama ini muncul ketika kebutuhan air tidak sebanding dengan kemampuan fasilitas pengolahan yang tersedia.
Persoalan tersebut berkaitan erat dengan keterbatasan kapasitas fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Teknologi ini mengolah air laut menjadi air bersih sehingga menjadi salah satu tumpuan penyediaan air perpipaan di wilayah kepulauan.
Data PAM Jaya menunjukkan SWRO Pulau Panggang memiliki kapasitas sekitar 3 liter per detik. Sementara itu, data Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta mencatat fasilitas SWRO Pulau Panggang memiliki cakupan layanan sekitar 2.000 sambungan rumah. Di kawasan Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, fasilitas SWRO tercatat berkapasitas 5 liter per detik dengan cakupan sekitar 7.409 sambungan rumah.
Besarnya cakupan layanan tersebut membuat persoalan kapasitas dan kelancaran distribusi menjadi penting. Ketika debit air yang diterima pelanggan tidak merata, sebagian warga harus mencari sumber tambahan.
Warga Pulau Kelapa, Suryadi (37), mengungkapkan jaringan perpipaan memang sudah tersambung ke sejumlah rumah sejak pembangunan SWRO. Namun, menurut dia, kondisi pasokan belum selalu sama untuk setiap warga.
“Sejak pembangunan SWRO dimulai, jaringan perpipaan air bersih telah tersambung ke rumah warga. Namun, debit air yang diterima tidak selalu sama,” katanya.
Hal tersebut menunjukkan, persoalan air bersih di 2 (dua) pulau tersebut bukan semata-mata soal ada atau tidak adanya jaringan. Infrastruktur sudah tersedia, tetapi kapasitas dan kelancaran aliran masih menjadi tantangan yang dirasakan warga.
Situasi ini juga mendorong pemerintah melakukan sejumlah langkah tambahan. Dalam perkembangan penanganan kebutuhan air di Kepulauan Seribu, PAM Jaya menyatakan akan mengevaluasi fasilitas SWRO yang sudah tersedia untuk melihat kemungkinan memaksimalkan kapasitasnya.
Pembangunan sejumlah unit SWRO tambahan di Pulau Kelapa dan Pulau Panggang juga tengah dilakukan. Di tengah proses tersebut, PAM Jaya menghadirkan kios pelayanan air bersih.
Pelaksana Tugas Manager PAM Jaya Kepulauan Seribu, Januar Indropuspo, menjelaskan penyediaan kios merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu bersama anggota DPRD DKI Jakarta.
“Kami diminta untuk memenuhi tambahan kebutuhan air. Jumlahnya sebanyak 6.000 liter per hari,” ujar Januar.
Kios ditempatkan di luar pagar area SWRO agar warga lebih mudah mengakses air. Fasilitas tersebut kini telah terpasang dan beroperasi di Pulau Kelapa dan Pulau Panggang.
Air yang tersedia melalui kios dikenakan tarif BWRO sebesar Rp30 per liter. Sistem pembayaran menggunakan skema prabayar. PAM Jaya juga menyediakan mesin Electronic Data Capture (EDC) sehingga transaksi dapat dilakukan secara nontunai.
Bagi warga, keberadaan kios memberikan pilihan ketika pasokan dari jaringan perpipaan belum memenuhi kebutuhan.
“Dengan adanya kios ini, warga memiliki alternatif dalam mendapat air bersih sesuai kebutuhan,” kata Muhammad Efendi (48), warga Pulau Kelapa.
Kehadiran kios tersebut pada akhirnya menjadi solusi sementara di tengah persoalan yang lebih besar: bagaimana memastikan kapasitas pengolahan dan distribusi air mampu mengikuti kebutuhan warga kepulauan.
PAM Jaya kini tidak hanya dituntut memastikan kios berjalan, tetapi juga menjaga agar jaringan perpipaan dan fasilitas SWRO dapat bekerja secara optimal.
Bagi warga Pulau Kelapa dan Pulau Panggang, air bersih bukan sekadar layanan tambahan. Ia merupakan kebutuhan dasar yang harus tersedia secara cukup dan berkelanjutan.






