Langsung ke konten
News

Korban Meninggal Dunia Peristiwa Gempa Cianjur 334 Jiwa

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Bupati Cianjur Herman Suherman melaporkan laporan terbaru korban meninggal dunia akibat peristiwa gempa bumi di Cianjut, Jawa Barat. Katanya, korban meninggal dunia mencapai 334 jiwa.

Hasil pencarian korban pada Sabtu (3/12), ditemukan tiga jenazah. Dua jenazah di antaranya ditemukan di Desa Cijedil, sedangkan satu lagi di Warung Sate Shinta.

“Jumlah korban meninggal dunia bertambah tiga orang, sekarang totalnya jadi 334 jiwa,” kata Herman dalam konferensi pers update gempa Cianjur secara daring, Sabtu (3/12/2022).

Kata dia, sejauh ini masih ada korban jiwa yang masih dalam pencarian, dengan jumlah sebanyak 8 jiwa.

Kemudian per hari ini, jumlah korban yang mengalami luka berat mencapai 593 orang, 49 di antaranya masih dirawat di beberapa rumah sakit di Cianjur.

“Luka berat 593 orang, yang masih dirawat di semua rumah sakit di Cianjur 49 orang korban luka berat,” tuturnya.

Berdasarkan validasi data sementara pukul 15.00 WIB, terdapat 494 titik pengungsian, dengan rincian 375 titik pengungsian tersebut dan 119 titik pengungsian mandiri.

Jumlah pengungsi saat ini mencapai 114.683 jiwa yang berasal dari 41.166 Kepala Keluarga.

“Pengungsi 114.683 jiwa, yakni pengungsi laki-laki 54.781 jiwa, perempuan 59.902 jiwa, penyandang disabilitas 147 jiwa, ibu hamil 1.640 jiwa, dan lansia 7.453 jiwa,” papar Herman.

35.601 Rumah Rusak

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur Cecep Alamsyah melaporkan, rumah yang rusak akibat gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat, kini mencapai 35.601 unit. Kerusakan rumah tersebut dikategorikan menjadi rumah rusak berat, rumah rusak sedang, dan rumah rusak ringan.

“Kerugian materiil jumlah rumah rusak tervalidasi. Sementara pada Sabtu (3/12) ini pukul 15.00 WIB adalah 35.601 unit,” kata Cecep.

Cecep merinci, rumah rusak berat yang sudah tervalidasi mencapai 7.817 unit. Sedangkan rumah rusak sedang 10.589 unit dan rumah rusak ringan 17.195 unit. Selain rumah, ada pula beberapa infrastruktur publik lainnya yang rusak.

“Infrastruktur yang rusak itu sarana pendidikan 518 unit, itu yang sudah diverifikasi. Tempat ibadah 269 buah, fasilitas kesehatan 14 buah, dan gedung kantor 17 gedung,” terangnya.

Adapun jumlah kecamatan yang terdampak gempa hingga saat ini berjumlah 16 kecamatan dan 169 desa. Korban meninggal bertambah 3 orang menjadi 334 jiwa.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua