Langsung ke konten
News

Kucing-kucing di Balai Kota DKI Diberi Nama Ahok, Anies, dan Eks Gubernur Lainnya

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - “Penguasa sebenarnya Balai Kota DKI Jakarta”, begitulah bunyi deskripsi singkat dari akun Instagram @balaicatto. Akun ini memuat foto dan video kucing-kucing di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat.

Berbagai aktivitas hewan berkaki empat tersebut diabadikan di akun tersebut. misalnya, saat menemani pegawai menjaga posko pengaduan di pendopo atau ketika kucing-kucing tersebut bertengkar satu sama lainnya.

Sebagian besar dari kucing-kucing itu memiliki kalung dengan tanda pengenal.

Petugas Pamdal sekaligus pengurus kucing-kucing di Balai Kota DKI, Elvira mengatakan awalnya hewan-hewan itu hidup liar.

“Awalnya itu cuma satu ekor, tiba-tiba kok makin banyak. Entah beranak atau datang yang baru. sekarang jadi banyak kucing di Balai Kota,” kata Elvira saat ditemui di Balai Kota DKI, Rabu (14/12/2022).

Mungkin karena selalu diberi makan, kata Elvira, semakin lama jumlah kucing di Balai Kota bertambah.

Elvira mengaku dirinya bersama pegawai lainnya di Balai Kota mulai rutin memberikan makan kepada kucing-kucing liar itu pada tahun 2018. Kucing-kucing itu kini “menetap” di kantor Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Dari situ tercetus ide untuk menamai kucing-kucing tersebut. Apalagi Gubernur DKI saat itu, Anies Baswedan, sangat menyukai kucing.

“Dulu kebetulan Pak Anies penyuka kucing. Kalau pagi diusap walaupun pakai kaki. Ada yang di pintu masuk ruangan Pak Anies, namanya Sugi dan Suri, itu ibu dan anak,” tuturnya.

“Begitu juga Ibu Ferry Farhati (istri Anies Baswedan), juga penyuka kucing, suka ngelus-ngelus kucing di ini. Sebelum masuk terkadang ngelus kucing dulu,” sambungnya.

Nama Eks Gubernur DKI Jakarta

Seluruh nama kucing-kucing di Balai Kota DKI diambil dari nama Gubernur DKI sebelumnya. Sebagai contoh “YOso” yang diambil dari nama “Sutiyoso” atau “Diki” yang diambil dari nama “Ali Sadikin”, atau ‘Iful” diambil dari nama “Saiful Djarot”.

Elvira menyebutkan, kucing-kucing itu diberi nama mantan-mantan Gubernur DKI Jakarta sejak tahun 2020. Kini hewan peliharaan itu menyebar di berbagai titik di Balai Kota DKI Jakarta. Oleh karena itu mereka disebut sebagai “penguasa sebenarnya di Balai Kota DKI Jakarta”.

Ada yang di selasar, menunggu makanan cuma-cuma dari wartawan yang duduk-duduk di sana. Ada pula di pendopo, Gedung Blok F, hingga gedung Pelayanan dan Kesehatan Balai Kota DKI.

Disteril dan Divaksin Rutin

Elvira menyebutkan, ada sekira 20 kucing yang kini terdaftar sebagai anggota “Balaicatto”.

“Sekitar 20 ekor kucing, belum dihitung pendatang barunya,” ujar Elvira.

Kata dia, kucing-kucing itu sebagian besar sudah disteril. Selain disteril, kucing-kucing itu juga divaksinasi rutin, seperti vaksin rabies.

Vaksinasi itu bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI. “Rutin divaksin. Ada yang per tahun, per tiga bulan. Tidak hanya divaksin saja, tapi juga pengobatan kalau sakit,” ungkapnya.

Sementara soal makanan kucing-kucing itu, Elvira mengaku, ia terkadang membeli sendiri. “Terkadang saya patungan dengan yang lainnya, tapi seringnya beli sendiri saja. Kalau nungguin untuk patungan takut dituduh pungli ya,” imbuhnya.

Awalnya, lanjut Elvira bercerita, dirinya kerap diprotes oleh pegawai lain karena kucing-kucing tersebut buang air sembarangan. Namun, seiring waktu, kucing-kucing itu memiliki area tersendiri untuk buang air.

“Kan ada taman-taman nih, kucing-kucing itu masuk-masuk ke semak untuk buang air. Memang dari awal kami enggak pernah disediain,” jelas Elvira. "Kalau disediain nantinya bau, malah enggak nyaman ke lainnya. Jadi nalurinya mereka saja,” pungkasnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua