Langsung ke konten
News

Kuliah Umum Moeldoko: Kita Siapkan Generasi Indonesia Emas Mulai Hari Ini

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com, Padang --- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyampaikan kuliah umum di hadapan para sarjana baru lulusan Universitas Negeri Padang di Auditorium Universitas Negeri Padang, 16 Maret 2018.

Dalam sambutannya di hadapan sekitar 2.802 wisudawan/wati dan para orang tua yang mendampingi putera/puteri kebanggaan mereka, Moeldoko juga memaparkan berbagai capaian pembangunan yang telah dan sedang dikerjakan oleh pemerintah, terutama dalam hal pembangunan sumber daya manusia.

Pagi harinya, Moeldoko mengikuti sholat subuh berjamaah bersama kurang lebih 1.000 mahasiswa di Masjid Raya Al-Azhar Kampus Universitas Negeri Padang. Pada kesempatan tersebut, ia juga menceritakan kehidupan masa kecilnya yang tumbuh di sebuah surau di pinggiran kota kecil, Kediri, Jawa Timur. 

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan sebagai sebuah bangsa, dan bagaimana menjadi Muslim yang baik. Salah satunya adalah menghindarkan diri dari perbuatan fitnah. 

Pendidikan dan Sumber Daya
Presiden Jokowi telah menegaskan komitmen pemerintahan yang dipimpinnya untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak-anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang layak. 

Salah satunya adalah mendistribusikan lebih dari 18 juta Kartu Indonesia Pintar (KIP) di seluruh Indonesia. Khusus di Sumatera Barat, hingga saat ini sudah didistribusikan lebih kurang 471 ribu KIP, sehingga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang memadai, sebagai bagian dari perwujudan keadilan sosial. 

Presiden Jokowi juga telah mengalokasikan dana beasiswa untuk menempuh pendidikan lanjutan pascasarjana bagi lebih dari 16 ribu mahasiswa, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Wisudawan dari tingkat diploma, sarjana, dan pascasarjana tersebut juga mendapatkan suntikan motivasi dari Moeldoko. Ia juga mengajak para sarjana baru tersebut untuk berpartisipasi aktif, produktif, dan inovatif karena bangsa ini membutuhkan kontribusi dari setiap warga republik. “Berinovasilah atau kalian akan mati. Innovate or die!” kata Moeldoko.

Itulah suasana umum dari Revolusi Industri 4.0. Revolusi 1.0 berpusat pada mekanisasi mesin-mesin. Berikutnya adalah revolusi yang ditopang dengan adanya tenaga listrik. Sementara Revolusi 3.0 mengandalkan elektronik dan teknologi informasi untuk mengotomatisasi produksi. 

“Dalam Revolusi Industri 4.0, kita akan menghadapi suatu era di mana penggunaan sistem yang berbasis siber-fisikal menjadi kuncinya,” kata Moeldoko. 
“Kita ini sedang memasuki era di mana perubahan berlangsung sangat cepat. 

Kata kuncinya ada lima yakni change, speed, risk, complexity, surprise. Teknologi bergerak sangat maju dan melahirkan permasalahan-permasalahan sekaligus peluang-peluang baru. Maka saya mengajak Anda sekalian sebagai sarjana-sarjana baru, berinovasilah, kreatiflah dalam menghadapi perubahan yang terjadi” kata Moeldoko. 

Mengutip petuah bijak Buya Hamka, Moeldoko melanjutkan, “Jangan takut jatuh. Mereka yang tidak pernah memanjat memang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena orang yang tidak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah dan mencoba.”

Ia memaparkan, dalam 100 tahun sejak Indonesia merdeka nanti, tahun 2045, kita akan menghadapi banyak perubahan, di antaranya adalah industri otomotif bertenaga listrik, menurunnya kebutuhan minyak bumi, berkembangnya teknologi cetak 3 dimensi (3D printing), dan berkembangnya teknologi robot dan kecerdasan buatan (artificial intelligent). 
Perubahan-perubahan tersebut, menimbulkan pertanyaan besar. “Apa yang harus kita siapkan mulai hari ini?” kata Moeldoko setengah bertanya.

Oleh karena itu, daripada kita cenderung mencari-cari permasalahan, jauh lebih baik jika energi tersebut diarahkan untuk mencari solusi bersama, sehingga perubahan yang sedang terjadi tetap dapat dirasakan secara positif oleh masyarakat luas.

Bumi Minang adalah salah satu tempat terbaik yang melahirkan tokoh-tokoh terbaik di republik ini. Muhammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Buya Hamka, misalnya, adalah tokoh-tokoh dan negarawan besar yang memberi sumbangan penting bagi perjalanan Indonesia hari ini. 

Hatta adalah peletak dasar pemikiran tentang ekonomi yang berkeadilan. Sjahrir adalah pemikir besar tentang kesejahteraan sosial. Sedangkan Buya Hamka adalah pemikir yang menekankan pentingnya membangun manusia Indonesia yang religius dan unggul. 

Dalam perjalanan sejarah hingga hari ini, tak henti-henti tanah Minang melahirkan manusia yang memberi sumbangan besar bagi tegak dan besarnya republik ini.
Oleh karena itu, Moeldoko mengajak anak-anak muda para sarjana baru ini untuk langsung menyingsingkan lengan. “Kedaulatan bangsa tidak akan pernah dicapai hanya oleh usaha Pemerintah. Diperlukan usaha bersama seluruh masyarakat, khususnya anak-anak muda,” katanya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua