KabarJakarta.com -- Charta Politika membuat simulasi pasangan capres/cawapres pada Pilpres 2024. Hasilnya, elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra akan terjun bebas jika dipasangkan dengan politisi PDI Perjuangan, Puan Maharani.
Sebelumnya, Prabowo Subianto masuk dalam tiga besar capres potensial akan terpilih jika disurvei tanpa pasangan. Namun, ketika dipasangkan hasilnya berbeda cukup jauh.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tetap menempati urutan teratas walau dipasangkan dengan siapa pun juga.
Anies Baswedan yang sebelumnya berada di urutan ketiga capres potensial berpeluang menyalip Prabowo Subianto ketika disurvei dengan pasangan cawapres. Penyebabnya, Prabowo dipasangkan dengan Puan Maharani.
Simulasi yang dilakukan Charta Politika, Ganjar tetap unggul dengan elektabilitas 33-36 persen ketika dipasangkan dengan Ridwan Kamil, Erick Thohit, Sandiaga Uno, bahkan Panglima TNI Jenderal Andhika Perkasa.
Sedangkan, elektabilitas Anies Baswedan jika dipasangkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) , Airlangga Hartarto, atau Muhaimin Iskandar (Cak Imin) masih berada di angka 23-27 persen.
Nah, jika berhadapan dengan kombinasi capres/cawapres di atas, elektabilitas Prabowo-Puan hanya meraih 18-21 persen. Bahkan kalah jika dibandingkan dengan golput yang mencapai 19-23 persen.
Survei ini digelar pada 29 November sampai dengan 6 Desember 2021, dengan total 1.200 sampel berusia 17 tahun ke atas di seluruh provinsi di Indonesia.
Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, margin of error dalam survei ini di kisaran 2,8 persen.
“Sampel dipilih sepenuhnya secara acak, dengan menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat dengan memperhatikan urban/rural dan proposi antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi,” jelas Yunarto Wijaya, Senin (20/12/2021).