KabarJakarta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta secara resmi meluncurkan program Mujahid Cyber. Ketua MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar mengatakan, Mujahid Cyber siap melawan berita hoax dan para buzzer.
“MUI DKI siap menjadi yang terdepan melawan hoax dan para buzzer,” kata KH Munahar dalam pers rilisnya yang diterima KabarJakarta.com, Selasa (31/5/2022).
Peluncuran Mujahid Cyber ini dilakukan dalam acara Halal Bihalal dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar di Hotel Harris, Jakarta. Kata Munahar, sebelumnya ada sejumlah usulan nama mengemuka untuk pejuang cyber MUI DKI Jakarta ini.
“Setelah mendapat masukan dari tokoh-tokoh nasional akhirnya diputuskan namanya Mujahid Cyber,” jelasnya.
Munahar mengungkapkan, hingga saat ini ada pihak yang tak suka dengan MUI DKI. Namun dia menegaskan MUI DKI akan terus bekerja.
“Biar saja mereka nyinyir sampai bibirnya dower, kita tetap jalan saja,” imbuh Munahar.
Dia pun mengucapkan terima kasih kepada kinerja bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI DKI yang dipimpin Faiz Rafdi hingga terbentuknya Mujahid Cyber. Dia berharap Infokom MUI DKI segera menggaungkan Mujahid Cyber sehingga semakin diketahui masyarakat.
Sementara itu, Ketua Bidang Infokom MUI DKI Jakarta KH Faiz Rafdi mengatakan Mujahid Cyber punya tugas pokok mencerdaskan literasi digital umat. Dia menambahkan Mujahid Cyber ini juga bertugas meluruskan informasi yang tidak benar.
“Mujahid Cyber ini berfungsi sebagai Khadimul Ummat, pelayan umat, dan Shadiqul Hukumah atau mitra pemerintah dalam informasi dan komunikasi,” terang Faiz.
Struktur Mujahid Cyber ini terdiri dari Dewan Penasihat, Dewan Pembina, dan Dewan Pengurus, yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, dan sejumlah divisi.
Selain meluncurkan Mujahid Cyber, MUI DKI Jakarta juga luncurkan air minum kemasan yang diberi nama Izzati-Q. Air dalam kemasan botol ini disebut berkhasiat menyehatkan dan istimewanya sumber air ini telah dikhatamkan bacaan Al-Qur'an.
Mujahid Cyber Sempat Disorot
Rencana pembentukan Mujahid Cyber atau Cyber Army MUI DKI ini sebelumnya menuai polemik. Hal itu terkait dengan pernyataan Ketua MUI DKI KH Munahar Muchtar bahwa tugas cyber army antara lain membela dan membantu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang kerap diserang para buzzer.
KH Munahar Muchtar meluruskan bahwa yang akan dibela adalah semua tokoh di Jakarta yang ikut berbuat untuk kemaslahatan umat di Jakarta.
“Bukan untuk Pak Anies saja, itu pelintiran. Tapi untuk siapa pun tokoh Jakarta yang berbuat untuk kemaslahatan umat di Jakarta, kita siap men-support dan kalau perlu kita kerja sama,” kata Munahar.
Ia mengaku tak habis pikir kenapa hal tersebut menuai polemik di masyarakat. Sebab, meluruskan sebuah informasi yang cenderung berisi fitnah dan hoaks adalah bagian dari ajaran Al-Qur'án, yakni amar makruf nahi mungkar.
“Kita juga tidak tahu kok ini mereka pada kepanasan kayak cacing kepanasan. Kita baru rencana kok pada bingung semua mungkin cyber-cyber bayaran pada bingung,” tuturnya.