Langsung ke konten
News

Ledakan Pasar Cimanggis Tewaskan 2 Orang, Puslabfor Selidiki Penyebabnya

Redaksi Diperbarui
Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang Selatan, kepolisian, dan TNI melakukan pencarian korban ledakan di Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (14/10/2026). Foto: ANTARA
Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang Selatan, kepolisian, dan TNI melakukan pencarian korban ledakan di Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (14/10/2026). Foto: ANTARA

KabarJakarta.com — Ledakan berskala besar mengguncang kawasan ruko Pasar Cimanggis, Jalan RE Martadinata, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu malam (14/10). Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa dan melukai belasan orang. Hingga Kamis (15/10), penyebab ledakan masih menjadi tanda tanya.

Kepolisian belum menyimpulkan sumber maupun pemicu ledakan. Polda Metro Jaya masih menunggu hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri untuk memastikan penyebab kejadian berdasarkan bukti ilmiah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan, hasil pemeriksaan laboratorium menjadi salah satu dasar untuk menjelaskan peristiwa tersebut secara objektif.

"Kita masih menunggu hasil Puslabfor. Nanti, akan disampaikan hasil secara scientific," kata Budi di Jakarta, Kamis (15/10).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Polisi belum memastikan apakah ledakan dipicu kebocoran gas, gangguan instalasi, atau faktor lainnya. Dugaan mengenai sumber ledakan perlu diuji melalui pemeriksaan di lokasi dan analisis forensik.

Dua meninggal dunia, 11 lainnya terluka

Data sementara kepolisian mencatat 13 orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Sebanyak dua orang meninggal dunia, sedangkan 11 lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda.

Dari 11 korban luka, empat orang mengalami luka berat dan tujuh lainnya luka ringan. Mereka mendapatkan perawatan di tiga rumah sakit, yakni RS Sari Asih, RSUD Tangerang Selatan, dan RS Fatmawati.

Rinciannya, 5 (lima) korban dirawat di RS Sari Asih, 5 (lima) orang di RSUD Tangerang Selatan, dan 3 lainnya di RS Fatmawati.

Jumlah tersebut merupakan data sementara yang disampaikan kepolisian pada Kamis (15/10). Penanganan medis terhadap korban menjadi salah satu prioritas aparat setelah kejadian yang berdampak pada warga di sekitar lokasi.

Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Metro Jaya telah mendatangi rumah sakit tempat para korban dirawat. Langkah ini dilakukan untuk memeriksa kondisi korban sekaligus memastikan pendataan berjalan sesuai dengan informasi yang tersedia.

Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Metro Jaya menangani proses identifikasi terhadap dua korban meninggal dunia.

Proses tersebut dilakukan melalui pencocokan data dan dokumen pendukung serta koordinasi dengan keluarga korban. Identifikasi diperlukan untuk memastikan identitas korban sebelum proses penanganan lebih lanjut dilakukan.

Budi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia. Ia juga menyatakan keprihatinan atas musibah yang menimpa para korban dan keluarga mereka.

"Kami turut berduka cita atas keluarga korban yang meninggal dunia. Kepada para korban yang masih menjalani perawatan, kami doakan agar segera mendapat kesembuhan," ujarnya.

Ia menegaskan, kepolisian mengutamakan penanganan korban dan keluarga dengan pendekatan kemanusiaan.

Puslabfor diturunkan mengungkap sumber ledakan

Di tengah penanganan korban, penyelidikan mengenai penyebab ledakan menjadi bagian penting yang masih harus dituntaskan. Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian untuk mengumpulkan fakta dan menelusuri rangkaian peristiwa.

Pelibatan Puslabfor Bareskrim Polri diperlukan untuk membantu menguji bukti-bukti yang ditemukan di lapangan. Pemeriksaan forensik dapat digunakan untuk menganalisis material, pola kerusakan, serta jejak yang berkaitan dengan sumber dan mekanisme ledakan, sesuai dengan barang bukti yang tersedia.

Hasil analisis tersebut diharapkan membantu penyidik membedakan dugaan awal dari kesimpulan yang didukung bukti. Dengan demikian, penetapan penyebab kejadian tidak hanya bertumpu pada keterangan saksi atau perkiraan berdasarkan kondisi bangunan setelah ledakan.

Meski demikian, hingga Kamis, kepolisian belum mengumumkan temuan teknis yang dapat memastikan sumber ledakan. Belum ada pula kesimpulan resmi mengenai faktor yang memicu peristiwa tersebut.

Karena itu, dugaan mengenai penyebab ledakan belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan forensik dan penyelidikan di lapangan selesai.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua