Langsung ke konten
News

Loh Kok, Wakil Wali Kota Jakut Enggak Tahu Nama Jalan di Kelapa Gading Mau Diganti!

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com - Sejumlah nama jalan di Jakarta Utara rencananya akan diganti, terbanyak di wilayah Kepala Gading. Anehnya, Wakil Wali Kota Jakarta Utara Juaini Yusuf mengaku belum tahu akan rencana itu.

Rencana perubahan nama jalan di Kelapa Gading berawal dari beredarnya surat dengan kop Wali Kota Jakarta Utara di media sosial bernomor e-270/PU.04.000 tertanggal 11 Agustus 2022 ditujukan kepada warga yang terdampak perubahan nama jalan. Potongan surat itu menampilkan rencana penamaan jalan di DKI Jakarta.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Juaini Yusuf mengaku dirinya belum tahu terkait kabar rencana perubahan nama jalan di Kelapa Gading.

“Sampai saat ini belum ada rapat-rapat yang membahas soal penggantian nama jalan,” kata Juaini saat dikonfirmasi, Selasa (13/9) kemarin.

Soal foto surat dengan kop Wali Kota Jakarta Utara yang beredar di medsos, dia menduga surat tersebut dikeluarkan terkait perubahan nama jalan di Taman Wisata Muara Angke. Katanya, kawasan Muara Angke masuk dalam perubahan 21 nama jalan di wilayah Jakarta tahap pertama.

“Itu edaran yang pertama. Kalau yang sekarang belum ada lagi,” jelasnya.

Perbaiki Jalan Rusak, Bukan Ganti Nama Jalan

Anggota DPRD DKI Fraksi PFIP Agustina Hermanto alias Tina Toon menyoroti rencana perubahan nama sejumlah jalan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dia meminta agar rencana itu dipertimbangkan kembali.

“Aku berharap banget suara masyarakat didengarkan, karena banyak yang menolak. Itu harus benar-benar dipertimbangkan dan dikaji ulang. kebijakan ini jangan center di atas saja, enggak mau dengar suara masyarakat,” tukasnya.

Dia mengungkapkan, rencana perubahan nama jalan itu sudah tertuang di dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta. Sekarang ini Pemprov DKI sedang melakukan tahapan sosialisasi terhadap warga setempat.

“Sekarang tahap sosialisasi dari Wali Kota, Kecamatan, Kelurahan. Di situ warga diberi kesempatan dan pendapat, menerima atau menolak perubahan nama jalan itu,” tuturnya.

Tina Toon mengaku dirinya banyak menerima keluhan dan protes dari masyarakat soal rencana perubahan nama jalan di kawasan Kelapa Gading. Karena perubahan nama jalan akan berpengaruh terhadap dokumen administrasi milik warga.

“Warga yang terdampak sudah mulai pada teriak. Pastinya mereka harus mengganti KTP, Kartu Keluarga, sertifikat tanah, Pajak Bumi Bangunan (PBB), dan sebagainya. Itu mereka yang tinggal di Kelapa Gading,” kata Tina Toon.

“Belum lagi banyak orang yang usaha di sana. Bagaimana kalau misalnya tempat mereka membuka usaha lagi dikontrakan, atau misalnya lagi ada urusan dengan bank,” tambahnya.

Tina Toon menyarankan sebaiknya Pemprov DKI fokus memperbaiki jalan di sekitar Kelapa Gading daripada sibuk mengubah nama jalan. Menurutnya, jalan di sekitar kawasan Kelapa Gading ‘bergelombang’ layaknya lintasan rally.

“Saya berharap di masa akhir jabatannya, yang tinggal sebulan, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta beresin yang belum terselesaikan. Bukannya memperbaiki jalan rusak, malah mengganti Namanya,” pungas Tina Toon.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua