KabarJakarta.com - Terungkap, ternyata masih banyak Rukun Warga (RW) di DKI Jakarta yang belum mendapatkan program pembangunan dari pemerintah. Hal itu diungkapkan oleh anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Demokrat Neneng Hasanah saat melakukan kunjungan reses di RW 010, Kelurahan Sukapura, Jakarta Utara, Selasa (7/6/2022).
Neneng pun meminta dan berharap agar Pemprov DKI Jakarta fokus bekerja menyejahterahkan warga Ibu Kota.
“RW 010 Kelurahan Sukapura ini merupakan kawasan yang paling padat. Posisinya berada di pinggir Kali Cakung Lama, dan belum mendapat program pembangunan pemerintah. Karenanya warga berharap dengan adanya program Comunity Action Plan (CAP) dan Collaborative Implementation Program (CIP). Wilayah ini bisa mendapatkan program penataan RW kumuh,” kata wanita yang akrab disapa Bunda ini di sela-sela acara kunjungan itu.
Wanita yang sudah tiga periode berkantor di Kebon Sirih ini menegaskan, kehadiran program penataan RW kumuh tujuannya adalah membuat Jakarta lebih indah, asri, dan nyaman.
“Mudah-mudahan tidak hanya program CAP dan CIP saja. Tapi juga program-program lainnya yang secara berkelanjutan menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta, seperti turap kali Cakung Lama, pembangunan pintu air perbatasan Kelapa Gading dan Kelurahan Sukapura yang tujuanya untuk mengurangi terjadinya banjir di wilayah Sukapura. Ini harus menjadi perhatian bagi Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Sudin SDA Jakarta Utara,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Lurah Kelurahan Sukapura Achmad Rosiawan mengatakan sudah dapat dipastikan penataan RW 010 akan dilakukan, salah satunya adalah program penataan kali. Kata dia, Rabu (8/5) hari ini, pengukuran untuk penataan kali akan dilakukan.
“Semoga tidak ada warga yang keberatan. Jika ada yang tidak setuju, maka programnya bisa tersendat,” tuturnya.