KabarJakarta.com - Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy membeberkan data kasus penyakit Tuberculosis (TBC) di Indonesia. Katanya, Indonesia masuk ke dalam daftar 3 besar negara di dunia dengan kasus TBC terbanyak. Memalukan!
“TBC merupakan masalah kesehatan global. Indonesia menempati urutan ketiga penyumbang kasus TBC terbanyak di dunia. Diperkirakan ada 824.000 kasus, dengan kasus TBC Resisten Obat (TBRO) sebanyak 8,268 kasus, dan hanya sekitar 61% TBRO yang memulai pengobatan di tahun 2021,” kata Muhadjir Effendy dalam sambutan acara Aksi PROTEKSI Wadah Kemitraan Penanggulangan TBC yang disiarkan melalui channel YouTube Kemenko PMK, Rabu (31/8/2022).
Dia mengungkapkan, berdasarkan Global Report TB 2021, Indonesia masuk 10 besar negara penyumbang kasus TBC terbanyak di dunia. Menurutnya, fakta ini cukup memalukan bagi bangsa Indonesia dan harus segera diatasi.
“Menurut data Global Report 201, Indonesia masuk dalam 10 besar negara dengan beban kasus TBC, TB HIV, dan TBRO terbanyak di dunia. Tentu saja hal ini bukan sebuah prestasi, suatu hal yang agak memalukan,” ujarnya.
Ia berharap, data tersebut menjadi pemacu untuk penuntasan kasus TBC. Katanya, Indonesia menargetkan tahun 2030 bebas TBC.
“Mudah-mudahan bisa menjadi cambuk, memotivasi kita untuk bersama-sama lebih memperkuat komitmen di dalam menanggulangi TBC. Dan pada akhirnya mencapai eliminasi TBC di tahun 2030,” imbuh Muhadjir.
Ia pun meminta agar ada kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk menangani TBC. Ditegaskannya, masyarakat tidak hanya bisanya berpangku tangan menghadapi persoalan TBC.
“Peran serta masyarakat memang penting dalam pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan TBC,” ujarnya.
Tempat Khusus TBC di Kecamatan
Muhadjir mengingatkan bahwa penyakit TBC cepat menular. Jika ada salah satu anggota keluarga mengidap penyakit TBC, maka keluarga lain kemungkinan besar akan terkena juga.
“Biasanya kalau sudah ada satu orang yang terkena di dalam suatu keluarga, tanpa disadari maka seluruh keluarga akan terkena juga,” kata Muhadjir Effendy.
Karena itu, dia meminta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) untuk membangun mini sanatorium di level kecamatan atau kabupaten. Sehingga, pengidap TBC bisa intens diobati hingga sembuh.
“Perlu ada realisasi dari apa yang diarahkan oleh Pak Presiden (Jokowi), perlu ada tempat semacam mini sanatorium di level kecamatan atau kabupaten, sehingga mereka yang mengidap TBC harus dipisahkan dari keluarga dan melakukan pengobatan secara rutin,” jelasnya.
“Sebaiknya ditampung di satu tempat sehingga bisa diobati sampai selesai dan tidak menular ke keluarga atau warga yang lain,” pungkas Muhadjir.