KabarJakarta.com - Dua penumpang bus TransJakarta mengaku sebagai korban pelecehan seksual di moda transportasi massal tersebut. korbannya tak hanya perempuan, tapi juga laki-laki.
Pada pertengahan Oktober 2022 lalu, sebuah video yang memperlihatkan seorang pria meraba bokong penumpang bus perempuan di bus TransJakarta viral. Video itu diunggah oleh akun Twitter @waifuoniichan, Sabtu (15/10/2022).
Dalam video tersebut, tampak salah satu tanggan pelaku meraba bokong penumpang bus TransJakarta.
“PT TransJakarta tolong ya semua petugasnya menindak orang ini dengan tegas jangan dibiarkan,” tulis pengunggah video tersebut.
Korban pelecehan seksual lainnya adalah seorang laki-laki. Melalui unggahan di media sosial Twitter, pelaku meng-upload foto wajah terduga pelaku pelecehan seksual yang juga berjenis kelamin laki-laki.
Dalam unggahannya, korban menceritakan peristiwa kejadian yang tidak mengenakan tersebut. Menurut dia, pelecehan tersebut terjadi saat bus dalam kondisi padat penumpang. Saat itu dirinya tengah bermain ponsel, dan tiba-tiba terduga pelaku mencolek alat kelaminnya.
Mendapat perlakuan seperti itu, pikiran korban langsung kosong dan bingung harus melakukan apa. Hingga setelah sadar, dirinya merasa jijik dan emosi.
“Saya berusaha mengolah emosi, tapi semakin lama emosi saya enggak terkontrol. Saya berharap orang ini turun secepatnya,” ucapnya.
Setelah melewati beberapa halte, dan pelaku masih ada di dalam bus, korban pun memberanikan diri menegur terduga pelaku. Saat tiba di Halte Pemuda Rawamangun, korban bertanya kepada terduga pelaku akan turun di mana.
“Dia enggak ngejawab. Hanya wajahnya mengarah ke TU Gas. Saya enggak tanya kedua kalinya, kepala saya sudah sampai ke wajahnya,” ucapnya melanjutkan cerita.
Korban mengatakan bahwa petugas TransJakarta sempat meminta KTP terduga pelaku, namun orang itu mengaku tertinggal. Pria itu akhirnya hanya memberikan alamat dan nomor ponselnya.
Menanggapi itu, Kepala Divisi Sekretaris PT TransJakarta Anang Rizkani Noor mengatakan pihaknya telah menangkap terduga pelaku pelecehan seksual yang korbannya adalah seorang wanita. Pelaku tersebut ditangkap saat melakukan aksi serupa di Halte Bundaran Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (19/10/2022) malam.
“Pelaku pelecehan seksual di Halte TransJakarta Bundaran Senayan adalah pelaku perbuatan sama yang sempat viral di media sosial,” kata Anang dalam keterangannya, Kamis (20/10/2022).
Pelaku ditangkap saat melecehkan salah satu penumpang yang hendak masuk bus. Korban dan teman-temannya berteriak sehingga pelaku ditangkap dan kemudian diserahkan kepada pihak berwajib.
Sementara, untuk korban pelecehan seksual yang merupakan penumpang laki-laki, Anang mengatakan pihaknya pihaknya telah dengan sigap menangani kejadian tersebut. menurut Anang, pihaknya beberapa kali menghubungi korban, akan tetapi yang bersangkutan belum ingin melaporkan kepada pihak kepolisian.
Anang menegaskan, TransJakarta tidak menoleransi segala bentuk tindak pelecehan seksual. Dia juga mengapresiasu dan berterima kasih kepada para pihak yang telah melaporkan insiden pelecehan seksual untuk ditindaklanjuti.
“Kami mengimbau agar pelanggan selalu waspada dan berhati-hati agar terhindar dari aksi pelecehan seksual,” imbau Anang.
Menurut Anang, jika korban tidak mau memperkarakan hal tersebut ke polisi maka TransJakarta tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak ada aturan yang dapat membuat efek jera terhadap pelaku pelecehan seksual sehingga kejahatan seperti itu terus berulang dan mengancam keamanan dan kenyamanan penumpang.
Komitmen TransJakarta dan Pemprov DKI Jakarta pun dipertanyakan terkait penanganan dan pencegahan kasus kekerasan seksual di bus TransJakarta.
Dilansir dari website Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta, Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan PT TransJakarta membuka Pos Sahabat Anak dan Perempuan (SAPA) di 23 Halte TranJakarta.
Penumpang yang mengalami pelecehan seksual atau yang menyaksikan pelecehan itu bisa melaporkan kejadian tersebut kepada petugas yang ada di Pos SAPA. Namun, tidak disebutkan halte mana saja yang memiliki Pos SAPA.
Di sisi lain, Dinas PPAPP mengaku sudah menggelar kegiatan Penguatan Petugas Pos SAPA untuk 50 Petugas Layanan Operasi (PLO) TransJakarta. Materi yang diberikan adalah mekanisme penanganan kekerasan di moda transportasi dan fenomena kekerasan seksual di ruang publik. Selain itu juga dilakukan simulasi (role play) penanganan korban kekerasan perempuan dan anak.
Kekerasan seksual di bus TransJakarta dalam angka
Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta Tuty Kusumawati mengatakan, TransJakarta pernah mencatat rekor satu juta penumpang per hari pada 2020 atau sebelum pandemi COVID-19.
Apabila di bagi per hari ini, angka nyaris satu juta penumpang. Tingginya angka penumpang tersebut cenderung berbanding lutus dengan tingginya tindak kekerasan.
“Temuan Koalisi Ruang Publik Aman (KRPA) menyebut 35,8% responden mengalami kekerasan seksual dalam bus dan 18,1% responden dalam KRL,” ungkap Tuty di Kantor Dinas PPAPP DKI Jakarta, Cempata Putih, Jakarta Pusat, Rabu (24/8).
Dia menjelaskan, TransJakarta telah melengkapi setiap bus dengan CCTV dan panduan pengaduan saat terjadi kekerasan seksual di dalam bus, misalnya dengan menghubungi nomor kontak terintegrasi Jakarta Siaga 112 dan Hotline UPT P2TP2A DKI Jakarta 081317617622.