Menjelang 1 Oktober, 100 PPSU Berbenah di Monumen Pancasila Sakti

Sebanyak 100 petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dikerahkan untuk melakukan pembersihan dan penataan area Monumen Pancasila Sakti, Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Foto: Pemkot Jaktim

KabarJakarta.com —  Suasana di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, mulai berubah menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026. Sejumlah petugas bekerja membersihkan kawasan, merapikan fasilitas hingga memastikan lingkungan monumen terlihat tertata.

Sebanyak 100 petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari delapan kelurahan di Kecamatan Cipayung dikerahkan untuk melakukan pekerjaan tersebut. Mereka mulai bertugas sejak Minggu (27/9) dan akan tetap berada di lokasi hingga rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila selesai.

Bagi Pemerintah Kecamatan Cipayung, persiapan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran kegiatan pada hari pelaksanaan. Kebersihan dan kondisi kawasan juga menjadi perhatian karena Monumen Pancasila Sakti merupakan salah satu tempat yang memiliki nilai sejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Camat Cipayung Diman mengungkapkan, penataan dilakukan agar kawasan monumen tetap nyaman dikunjungi dan siap digunakan untuk rangkaian kegiatan peringatan.

“Kami ingin pastikan kawasan bersejarah dalam perjalanan bangsa ini, tetap dalam kondisi bersih dan tertata,” ujar Diman, Selasa (29/9).

Bukan sekadar menyapu

Pekerjaan yang dilakukan para petugas tidak berhenti pada membersihkan sampah. Mereka menyapu bagian dalam dan luar kawasan monumen, mengecat sejumlah kanstin dan dinding, sekaligus merapikan saluran air.

Pekerjaan tersebut dilakukan bersama sejumlah unsur lain, yakni Paskhas TNI AU, Satgas Bina Marga, dan Satgas Lingkungan Hidup (LH). Kolaborasi itu diperlukan agar penataan kawasan dapat dilakukan secara menyeluruh dalam waktu yang tersedia.

“Pekerjaan yang dilakukan meliputi menyapu area luar dan dalam monumen. Selain itu, dilakukan pengecatan kanstin dan dinding monumen, serta merapikan saluran air,” papar Diman.

Di sisi lain, perhatian juga diberikan terhadap sejumlah fasilitas pendukung. Kabel udara yang berada di sekitar kawasan dirapikan. Panel listrik diperiksa untuk memastikan kondisinya tetap baik selama pelaksanaan kegiatan.

Persiapan teknis seperti ini mungkin tidak banyak terlihat oleh pengunjung. Namun, keberadaannya menjadi bagian penting agar kawasan monumen dapat digunakan dengan aman dan nyaman ketika jumlah pengunjung meningkat saat peringatan berlangsung.

Untuk menunjang pekerjaan, Satpel LH Kecamatan Cipayung menyiapkan 3 (tiga) truk sampah. Dua kendaraan operasional PPSU juga digunakan untuk mendukung mobilitas petugas di lapangan.

Menjaga ruang sejarah

Monumen Pancasila Sakti bukan sekadar kawasan yang dibersihkan menjelang sebuah acara tahunan. Tempat ini menjadi salah satu ruang yang menyimpan jejak sejarah Indonesia dan setiap tahun menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Karena itu, penataan kawasan menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan tempat sejarah tersebut dikenang.

Diman berharap kebersihan dan kerapian kawasan dapat membuat masyarakat yang datang merasa lebih aman dan nyaman. Menurut dia, pekerjaan para petugas juga memiliki makna lain, yakni ikut merawat tempat yang berkaitan dengan sejarah perjuangan bangsa.

“Upaya ini juga merupakan bagian bagi kami dalam mengingat jasa para pahlawan bangsa,” tandasnya.

Hingga menjelang 1 Oktober, para petugas masih akan bekerja memastikan sudut-sudut kawasan Monumen Pancasila Sakti dalam kondisi rapi. Di balik aktivitas menyapu, mengecat, merapikan kabel dan saluran air itu, ada upaya sederhana untuk menjaga sebuah ruang sejarah tetap layak dikunjungi dan dikenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *