Langsung ke konten
News

Menristekdikti: Pelaku Penembakan 2 Mahasiswa Di Kendari Harus Ditangkap

Redaksi Diperbarui
Kabarjakarta.com
Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com -- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meminta agar pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus dua (2) mahasiswa yang tewas saat berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulawesi Tenggara pada Kamis lalu (26/9).

Mohamad Nasir juga meminta agar Rektor di kampus Universitas Halu Oleo melaporkan apa yang menjadi penyebab dari kedua mahasiswa tersebut, sehingga pihak kepolisian segera mengetahui penyebab dari kematian dua mahasiswa tersebut.

"Harus menyelidiki mengapa itu terjadi kematian pada seseorang pada mahasiswa dan masyarakat, lah ini penyebabnya apa? Kematian kan ini kalau kematian itu siapa yang salah? itu harus kita cari," kata Moh Nasir, Selasa (1/10).

Mahasiswa Universitas Halu Oleo, Immawan Randi atau akrab disapa Randi tewas dengan luka tembak dibagian dada, ia sempat dilarikan ke RS Korem. Namun, dia meninggal dunia dalam perjalanan. Sementara Muhammad Yusuf Kardawi juga  mengalami nasib yang sama, ia meregang nyawa saat benda tumpul mengena di bagian kepala. 

Muhammad Yusuf Kardawi juga sempat mendapatkan perawatam intensif di rumah sakit,  ia sempat kritis dan menjalani operasi pada bagian kepala di RSUD Bahteramas. Yusuf pun meningal pada pukul 14.00 WITA.

Bentrok antara aparat kepolisian dan para mahasiswa tersebut pecah saat Randy dan rekan-rekannya saat itu hendak menerobos masuk di gedung DPRD Sultra, mahasiswa  Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo Kendari itu pun meninggal pukul 15:44 WITA.

Dikabarkan pula jika dua tim untuk menyelidiki kasus kematian dua mahasiswa tersebut dari Mabes Polri diantaranya, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri yang dipimpin oleh Brigjen Hendro Pandowo dan Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) yang dipimpin oleh Brigjen Dedi Gabril. 

Tidak hanya itu, Wakapolri Komjen Ari Dono pun turun tangan menyelidiki kasus kematian mahasiswa baik yang ditembak menggunakan peluru tajam dan korban kekerasan terhadap mahasiswa lainnya saat aksi demo terjadi di kendari.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua