Langsung ke konten
News

Menyambangi Kampung Anak Kembar di Malaka Jaya, Jakarta Timur

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Sekilas tidak ada yang aneh dengan di sebuah permukiman di R 003 Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Layaknya permukiman padat penduduk di kota-kota besar di Indonesia, rumahnya beriimpit-impitan.

Bedanya, di permukiman ini banyak pasangan saudara kembar menetap.

Berawal di tahun 2012, ada warga bernama Supriharjo yang penasaran karena sering menjumpai pasangan kembar di wilayah RW 003 Malaka Jaya. Saat itu Supriharjo masih berprofesi sebagai wartawan.

Didorong jiwa jurnalisnya, Supriharjo mendatangi Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Timur untuk mencari jawaban.

“Ternyata Dukcapil Jakarta Timur tidak ada data mengenai anak kembar di RW 003 Malaka Jaya. Hanya ada dua anak saja, tapi tanggal lahirnya sama,” kata Supriharjo saat ditemui di kediamannya di RT 01 RW 003 Malaka Jaya seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (25/11/2021).

Karena masih penasaran, Supriharjo mencari tahu ke tempat lain. Lalu ia mendatangi beberapa rumah sakit untuk memastikan data anak kembar.

Kata Supriyanto, untuk mendapatkan data tersebut ia harus memenuhi beberapa persyaratan. “Karena ribet persyaratannya, saya memutuskan untuk mencari sendiri,” ujarnya.

Dibantu oleh rekan-rekannya sesama wartawan dan pihak RW, didapatkan ada 13 pasangan saudara kembar di wilayah RW 003 Malaka Jaya.

“Setelah dihitung, di tahun 2014 ada 13 saudara kembar. Usianya mulai dari 1,5 tahun sampai 72 tahun,” ungkap Supriharjo.

Warga kembar dikumpulkan

Supriharjo menjelaskan, pasangan saudara kembar di RW 003 Malaka Jaya memang memiliki genetik kembar. Tapi tidak selalu orang tua mereka kembar. Genetic kembar diturunkan dari kakek, nenek, paman atau bibinya. “Artinya, tidak selalu diturunkan secara langsung dari orang tuanya,” jelasnya.

Apa yang dikatakan Supriharjo dibenarkan oleh Aisah, nenek dari anak kembar bernama Khaira dan Naila. Kata Aisah, orang tua cucunya itu tidak kembar, tapi adik dirinya yang kembar.

Sementara itu, Ketua RW 003 Malaka Jaya, Zaenudin menyebutkan banyak warganya yang kembar karena kebetulan saja.

“Ternyata banyak warga kami yang kembar ya. Begitu dikumpulin, ini kok sama. Mungkin kebetulan saja,” ucap Zaenudin.

Sejarah nama Kampung Kembar

Setelah ditemui ada belasan saudara kembar di RW 003 Malaka Jaya, tempat itu menyedot perhatian banyak wartawan dan orang-orang dari luar wilayah itu untuk datang. Singkat cerita, salah satu edia memuat berita dengan menyebut RW 003 Malaka Jaya sebagai ‘Kampung Kembar’. Sejak itulah nama Kampung Kembar digunakan.

“Jadi sebenarnya yang menjuluki wilayah ini Kampung Kembar, ya media,” kata Supriharjo.

Lanjutnya, saat ini saudara kembar yang tercatat tinggal di Kampung Kembar sebanyak 12 pasangan. Terbanyak pernah ada 19 pasangan kembar menetap di RW 003 Malaka Jaya, yakni pada tahun 2017.

“Ada yang begitu menikah pindah domisili, ada yang tetap tinggal di sini, dan ada juga yang sudah meninggal dunia. Sekarang ini ada 12 saudara kembar yang masih menetap di sini, usianya dari 7 sampai 70 tahunan. Kebanyakan kembar identik,” terangnya.

Ia menyebutkan salah satu saudara kembar identik adalah Khaira dan Naila. “Perilakunya sama. Terkadang buang air juga satu lubang air. Mereka belakang-belakangan,” kata Supriyanto menutup pembicaraan.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua