KabarJakarta.com - Kelangkaan minyak goreng harus jadi perhatian khusus Pemprov DKI Jakarta. Aparat atau birokrasi terkait diminta jangan berpangku tangan terhadap kesulitan warga masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng tersebut.
“Aparat Pemprov DKI harus ikut berikan solusi, karena kasus tersebut jelas menjadi masalah bersama di Ibu Kota Jakarta,” kata anggota komisi A DPRD DKI HR Khotibi Achyar, kemarin.
Apalagi, lanjut politisi Golkar yang akrab disapa H Beceng kependekan dari Betawi Cengkareng ini, dalam hitungan beberapa pekan ke depan sudah mau memasuki bulan suci Ramadhan dan berlanjut ke Hari Raya Idhul Fitri 1443 H.
“Tentunya, Pemprov DKI Jakarta juga harus sigap dan peka terhadap masalah yang berkembang. Warga Jakarta tidak boleh dibikin sulit kehidupannya lantaran kelangkaan salah satu dari sembilan bahan pokok (sembako),” tegasnya.
Sejatinya, lanjut Khotibi, Pemprov DKI Jakarta bisa menggandeng atau bermitra dengan Polda Metro Jaya agar menyelidiki penyebab minyak goreng sampai langka di pasaran. Jika memang terindikasi ada yang menimbun harus diungkap dan dijerat dengan hukuman yang berat.
“Saya apresiasi terhadap Gubernur DKI Jakarta Bapak Anies Baswedan beserta Wakil Gubernur DKI Bapak Ahmad Riza Patria yang cepat merespon. Bahkan cepat melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat. Beruntung enggak terlalu meluas, meski masih ada warga masyarakat yang menjerit akibat kelangkaan minyak goreng,” ungkap Khotibi.
Dia kembali meminta agar aparat atau birokrasi di Pemprov DKI Jakarta agar tidak kendor melakukan pemantauan lapangan dan mendatangi pasar-pasar tradisional.
“Sebab banyak warga Jakarta yang juga sangat butuh minyak goreng demi usaha UMKM-nya agar tetap bisa berjalan,” pungkasnya.