Langsung ke konten
News

Modus Arisan Online, Selebgram Bekasi Dituduh Tilep Uang Member Rp1 Miliar

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com - Seorang selebgram perempuan di Bekasi, IF, dilaporkan ke polisi dengan tuduhan melakukan penipuan dengan modus arisan online. Total kerugian yang dialami para membernya mencapai Rp1 miliar.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion Arif membenarkan adanya pelaporan terhadap IF. Laporan tersebut masih diselidiki polisi.

“Ada berapa laporan ya, sudah seminggu. Kalau laporannya dugaan penipuan saja. Nanti setelah diperiksa beberapa saksi akan kita sampaikan,” kata Gidion, Rabu (13/4/2022).

Salah satu korban, pria berinisial DS (22) mengatakan, IF adalah seorang selebgram lokal yang memiliki cukup banyak followers. Dia mengaku kenal IF karena satu sekolahan semasa SMA dulu.

“Jadi memang si pemilik arisan online itu selebgram lokal, jadi lumayan banyak followers-nya. Jadi Karena latar belakang dia yang sudah cukup terkenal, dia membuka arisan online, banyak juga yang ikutan. Saya kebetulan satu sekolahan dengan si pelaku itu, cuma beda angkatan,” jelas DS yang mengklaim mengalami kerugian sekitar Rp13 juta.

DS mengatakan, dirinya sudah lama ikut arisan online ini. Kecurigaan mulai muncul setelah para member mengalami keterlambatan pencairan.

“Pencairan open slot itu terhambat, yang biasanya pencairan H+1 dapat, ini bisa satu minggu, dua minggu,” ungkapnya.

Menurutnya ada sekitar 150 member yang tergabung dalam arisan tersebut. Total kerugian para korban diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

“Ada sekitar Rp1 miliar lebih yang kalau kita totalin. Kalau saya belas juta, ada yang Rp30 juta,” jelas DS.

Dijanjikan keuntungan berlipat-lipat

DS kemudian membeberkan modus penipuan selebgram Bekasi tersebut, yaitu IF menjanjikan keuntungan dua kali lipat kepada para membernya.

“Jadi dalam arisan online tersebut dia ada tiga produk, pertama itu arisan online konvensional. Seperti biasa orang taruh terus gantian untuk dapat,” ujar DS.

Kemudian, IF juga menawarkan yang namanya open slot lunas atau disingkat opslun. Opslun ini modelnya member mengisi slot yang kosong.

“Jadi kan ada member yang tidak selesai dalam mengikuti arisan. Nah ketika tidak selesai berarti kan itu harus tetap diisi slot tersebut, jadi dia menawarkan bagi orang-orang yang mengisi slot yang kosong,” jelasnya.

Berikutnya, IF juga menawarkan arisan dalam bentuk barang berupa telepon genggam. “Lalu produk yang ketiga itu ada arisan iPhone, itu juga menawarkan arisan tersebut,” imbuhnya.

Pencairan macet sejak Maret

DS mengatakan terlapor membuka arisan online itu sejak 2021. Semula, arisan tersebut berjalan lancar. “Semenjak dari 2021, sebenarnya dari 2021 itu arisannya juga lancar-lancar saja seperti arisan konvensional pada umumnya," ungkapnya.

DS mengakui pada awal-awal ia mendapatkan keuntungan seperti yang dijanjikan terlapor.

“Pernah terima keuntungan, sebelum Maret itu berjalan lancar dan benar-benar dia transfer, benar-benar dua kali lipat,” ucap DS.

Setelah mendapatkan keuntungan, DS mengaku pun tergiur untuk memperbesar nominal yang ditransfer. Namun bukannya untung, dia malah merasa tertipu belakangan ini.

“Karena memang sudah merasakan di yang open slot kecil, 50 dapat 100, 100 dapat 200 saya jadi percaya. Begitu transfer uang yang lebih besar, ternyata zonk,” katanya.

Belakangan, sejak Maret 2022 pencairan arisan mengalami keterlambatan. Menurut DS, yang menjadi penyebab adalah arisan ‘opslun’. “Yang bikin collapse itu adalah yang open slot lunas (opslun) itu, karena memang yang ditawarkan ketika menyerahkan deposit Rp1 juta atau Rp500.000 itu kembalinya dua kali lipat,” bebernya.

Dicurigai dananya member untuk liburan

Dicuriga IF menggunakan uang arisan untuk pre-wedding dan liburan. Menurut DS, pada bulan Maret 2022 lalu terlapor pre-wedding dengan tunangannya dan liburan ke Bromo juga Bali. Namun, katanya, hal itu masih dugaan dan ansumsi dari para korbannya.

Bukan tanpa alasan DS dan member lain curiga. Pasalnya, sehabis IF pulang liburan, pencairan arisan menjadi terhambat.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua