Langsung ke konten
News

Modus Korupsi Rahmat Effendi: Mengatasnamakan Sumbangan Untuk Masjid

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan modus yang digunakan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi untuk memperlancar aksi korupsinya dalam kasus proyek pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi, yaitu dengan menggunakan kode ‘sumbangan masjid’.

Dodi, warga Bekasi mengaku terkejut dengan trik yang digunakan Rahmat Effendi tersebut.

“Ya kaget mendengarnya. Kok korupsi mengatasnamakan masjid ya,” kata Dodi kepada KabarJakarta.com, Jumat (7/1/2022).

Menurut Dodi, apa yang dilakukan Rahmat Effendi bisa membuat msyarakat tidak percaya lagi dengan berbagai kegiatan pengumpulan dana, padahal tujuannya sangat baik, bukan untuk kepentingan pribadi atau sekelompok orang.

“Saya saja makin enggak yakin kalau ada orang minta sumbangan atau bilang untuk sumbangan masjid,” ujarnya.

Tak berbeda dengan R, warga Bekasi lainnya yang berprofesi sebagai guru, juga mengaku terkejut dengan tertangkapnya Rahmat Effendi oleh KPK.

Ia berpendapat, padahal di periode pertama Rahmat Effendi menjabat sebagai Wali Kota Bekasi, kinerja dan pembangunan di Kota Bekasi terlihat nyata.

“Bahkan, di periode keduanya ini, Bekasi menjadi kota percontohan pertama di Jawa Barat untuk menghadapi era new normal di masa pandemi Covid-19,” tutur R.

Dengan pengalaman ini, R mengimbau kepada warga Bekasi untuk lebih jeli dalam memilih pemimpin agar korupsi tidak menjadi budaya di kota yang berbatasan dengan DKI Jakarta ini.

Lanjut R, Rahmat Effendi bukan pejabat Wali Kota Bekasi yang pertama yang tersandung kasus penyuapan dan korupsi ini. Pendahulunya, Mochtar Mohammad tersandung kasus penyuapan anggota DPRD Bekasi demi mendapatkan Piala Adipura 2010.

Selain itu, Mochtar Mohammad juga didakwa menyuap pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Saya rasa ini pukulan telak bagi warga Bekasi. Jangan sampai korupsi menjadi budaya yang melekat di Kota Bekasi,” harapnya.

Sementara itu, Arief, warga Bekasi lainnya menuturkan, selama ini Rahmat Effendi dikenal oleh masyarakat Bekasi merupakan sosok yang baik dan dekat dengagn warganya.

“Bang Pepen (panggilan akrab Rahmat Effendi) dikenal baik di mata warga Bekasi. Tapi mau bagaimana lagi, dia kini sedang menghadapi tuduhan kasus korupsi,” tutur Arief.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua