Langsung ke konten
News

MRT Jakarta Evaluasi Keselamatan Kios Blok M Hub PascaKebakaran, Kesiapsiagaan Petugas Diperkuat

Redaksi
PT MRT Jakarta (Perseroda) akan mengevaluasi aspek keselamatan kios, memperkuat sosialisasi pencegahan kebakaran, serta meningkatkan kesiapsiagaan tim tanggap darurat pasca kebakaran di Blok M Hub, Jakarta Selatan, Senin (2/11). Foto: beritajakarta
PT MRT Jakarta (Perseroda) akan mengevaluasi aspek keselamatan kios, memperkuat sosialisasi pencegahan kebakaran, serta meningkatkan kesiapsiagaan tim tanggap darurat pasca kebakaran di Blok M Hub, Jakarta Selatan, Senin (2/11). Foto: beritajakarta

KabarJakarta.com —  Insiden kebakaran di salah satu kios Blok M Hub, Jakarta Selatan, menjadi perhatian PT MRT Jakarta (Perseroda). Peristiwa yang terjadi pada Senin (2/11) tersebut mendorong pengelola transportasi publik itu mengevaluasi aspek keselamatan kios, memperkuat sosialisasi pencegahan kebakaran, serta meningkatkan kesiapsiagaan tim tanggap darurat.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan seluruh aktivitas di kawasan Blok M Hub, yang tidak hanya menjadi tempat perpindahan penumpang, tetapi juga memiliki area komersial dengan sejumlah kios dan aktivitas usaha.

Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, menegaskan keselamatan pelanggan, pengelola dan pegawai kios, serta seluruh pihak yang beraktivitas di Blok M Hub merupakan prioritas perusahaan.

Menurut dia, evaluasi diperlukan agar potensi risiko kebakaran dapat diantisipasi dan penanganan keadaan darurat bisa dilakukan lebih cepat apabila kejadian serupa terulang.

"MRT Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, serta perhatian kepada pegawai yang terdampak. Kami akan memperkuat sosialisasi pencegahan kebakaran, mengevaluasi aspek keselamatan kios, serta meningkatkan kesiapsiagaan tim tanggap darurat,” ujar Rendy, Selasa (3/11).

Perhatian terhadap keselamatan menjadi penting karena Blok M Hub merupakan kawasan dengan aktivitas masyarakat yang beragam. Selain pelanggan MRT Jakarta, terdapat pegawai, pengelola usaha, dan pengunjung yang beraktivitas di area tersebut.

Keberadaan kios dengan peralatan memasak dan instalasi gas juga membutuhkan pengawasan khusus. Pemeriksaan kondisi peralatan, instalasi gas, serta pemahaman mengenai penggunaan alat pemadam menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran dan meminimalkan dampaknya.

Diduga akibat kebocoran instalasi gas

Kebakaran yang memicu evaluasi tersebut terjadi di kios Cuanki Sadaya, lantai B1 Blok M Hub, pada Senin (2/11) sekitar pukul 14.24 WIB.

Berdasarkan informasi awal MRT Jakarta, kebakaran diduga berkaitan dengan kebocoran instalasi gas pada kompor yang digunakan kios tersebut. Namun, penyebab pasti kejadian masih dalam pemeriksaan sehingga dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama kebakaran.

Begitu menerima informasi kejadian, tim operasional Blok M Hub bersama petugas terkait langsung melakukan penanganan dengan memadamkan api dan mengamankan area terdampak.

Penanganan awal dilakukan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Peralatan tersebut digunakan untuk mengendalikan dan memadamkan api sebelum kebakaran meluas ke bagian lain bangunan.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas mengaktifkan sistem pembuangan asap untuk mengeluarkan asap yang masih berada di dalam area. Langkah ini penting untuk membantu memulihkan kondisi udara sekaligus mendukung keamanan orang-orang yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Petugas Pemadam Kebakaran Kebayoran Baru juga datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Kehadiran petugas diperlukan guna memastikan kondisi area terdampak serta mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.

Dua pegawai kios mengalami luka

Di tengah penanganan kebakaran, terdapat dua pegawai kios yang mengalami luka. Keduanya telah mendapatkan penanganan awal sebelum diantar ke fasilitas kesehatan untuk memperoleh pemeriksaan dan perawatan medis lebih lanjut.

MRT Jakarta menyampaikan perhatian kepada pegawai yang terdampak dan memastikan penanganan kejadian menjadi bagian dari evaluasi keselamatan di Blok M Hub.

Sementara itu, operasional kios yang terdampak dihentikan sementara. Penghentian dilakukan sampai proses pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut selesai.

Kebijakan tersebut diperlukan agar area usaha tidak kembali digunakan sebelum kondisinya dinyatakan aman. Selain itu, pemeriksaan dapat membantu mengidentifikasi potensi kerusakan maupun risiko lain yang mungkin muncul setelah kebakaran.

Rendy turut menyampaikan apresiasi kepada petugas pemadam kebakaran dan seluruh pihak yang membantu menangani kejadian tersebut.

MRT Jakarta berharap evaluasi yang dilakukan tidak hanya menjadi tindak lanjut atas insiden kebakaran, tetapi juga memperkuat standar keselamatan di kawasan Blok M Hub. Dengan demikian, aktivitas transportasi maupun usaha di dalamnya dapat berlangsung dengan aman bagi seluruh pengguna dan pekerja.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua