Langsung ke konten
News

Nama Jalan Inspeksi Kalimalang Diganti Jadi Nama Pahlawan Wanita Asal Aceh

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengganti nama Jalan Inspeksi Kalimalang di sisi sebelah utara menjadi Jalan Laksamana Malahayati. Keputusan itu resmi dikeluarkan, Selasa (23/11/2021) kemarin.

Pergantian nama jalan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur DKI Nomor 1214 Tahun 2021 tentang Penetapan Nama Jaln Laksamana Malahayati.

Dalam peresmiannya, Anies menjelaskan dipilihnya nama Laksamana Malahayati sebagai bentuk penghormatan Pemprov DKI kepada Pahlawan Nasional itu yang berasal dari Aceh.

“Masyarakat Aceh memiliki peran penting dalam sejarah panjang kemerdekaan bangsa Indonesia. Penggunaan nama Laksamana Malahayati merupakan bentuk penghormatan,” kata Anies dalam keterangan tertulisnya yang diterima KabarJakarta.com, Rabu (24/11/2021).

Untuk diketahui, Laksamana Malahayati digelari sebagai pahlawan nasional pada tahun 2017. Perempuan bernama asli Keumalahayati ini merupakan salah satu perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh.

Dalam catatan sejarah, Malahayati dikenal sebagai laksamana laut perempuan pertama di Indonesia. Dia adalah panglima perang Kesultanan Aceh yang tersohor berkat keberaniannya melawan armada angkatan laut Belanda dan Portugis pada abad ke-16 Masehi.

Saat berperan, ia melawan musuh-musuhnya dengan menggunakan senjata khas Aceh, Rencong.

Berkat keberaniannya, Malahayati berhasil menghabisi nyawan Cornelis de Houtman, dalam pertemuan satu lawan satu di geladak kapal pada peperangan Inong Balee tanggal 11 September 1599.

Keberanian dan daya juangnya tidak lepas dari latar belakang keluarganya yang merupakan bangsawan Aceh.

Kakeknya bernama Laksamana Muhammad Said Syah, putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintahkan Kesultanan Aceh pada 1530-1539. Sedangkan ayahnya, Mahmud Syah merupakan laksamana angkatan laut.

Malahayati pertama kali bertemu dengan suaminya, Tuanku Mahmuddin bin Said Al Latif, saat mengenyam pendidikan di Akademi Militer Mahad Baitul Maqdis. Suaminya Malahayati gugur saat bertemu melawan pasukan Portugis.

Dari situlah ia bertekad untuk membentuk pasukan yang bernama Inong Balee yang terdiri dari para janda yang suaminya gugur dalam peperangan.

Pasukan Inong Balee pernah membangun bentung setinggi 100 meter dari permukaan laut yang menghadap ke laut. Selain itu, pasukan Inong Balee juga memiliki pangkalan militer di Telu Lamreh Krueng Jaya.

Perjuangan Laksamana Malahayati melawan penjajah terhenti sekitar tahun 1606. Ia gugur saat bertempur melawan pasukan Portugis di perairan Selat Malaka. Jasadnya dimakamkan di lereng bukti Lamkuta, Banda Aceh.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua