Langsung ke konten
News

Napas untuk Negeri, Ikhtiar Melindungi Warga dari Kepungan Asap Karhutla

Redaksi
Bazis DKI Jakarta menginisiasi program ‘Napas untuk Negeri: Selamatkan Napas, Lindungi Kehidupan’ sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Kalimantan. Foto: Pemprov DKI
Bazis DKI Jakarta menginisiasi program ‘Napas untuk Negeri: Selamatkan Napas, Lindungi Kehidupan’ sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Kalimantan. Foto: Pemprov DKI

KabarJakarta.com —  Paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar persoalan lingkungan. Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak, asap juga menjadi ancaman kesehatan, terutama bagi balita dan lanjut usia (lansia) yang lebih rentan mengalami gangguan pernapasan.

Kondisi tersebut mendorong Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bazis Provinsi DKI Jakarta menginisiasi program Napas untuk Negeri: Selamatkan Napas, Lindungi Kehidupan. Melalui program ini, Baznas Bazis DKI Jakarta berupaya menghadirkan bantuan kesehatan dan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak karhutla, khususnya di Kalimantan Tengah.

Program yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 6 November 2026 itu menargetkan sekitar 1.500 penerima manfaat di Kota Palangka Raya. Pelaksanaannya dilakukan melalui koordinasi dengan Baznas RI dan Baznas Provinsi Kalimantan Tengah untuk memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Ketua Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta, Akhmad H. Abubakar, mengungkapkan program tersebut merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap masyarakat yang menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan.

“Persoalan ini perlu jadi perhatian bersama, utamanya karena dampak yang dirasakan oleh kelompok rentan seperti anak-anak, balita, dan lansia. Mereka mengalami kesulitan bernapas, akibat paparan asap,” ujar Akhmad di Jakarta, Sabtu (31/10).

Kebutuhan untuk bernapas dengan aman merupakan persoalan mendasar yang tidak boleh diabaikan ketika bencana terjadi. Itu sebabnya, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk memberikan bantuan material, tetapi juga memperluas kepedulian masyarakat Jakarta terhadap warga di wilayah terdampak.

Empat bentuk intervensi kesehatan

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Baznas Bazis DKI Jakarta menyiapkan 4 (empat) bentuk intervensi. Salah satunya adalah Rumah Sehat Oksigen, yakni fasilitas kesehatan sementara yang dilengkapi ruangan steril, tabung oksigen, nebulizer, serta dukungan tenaga kesehatan.

Fasilitas itu dirancang untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap, terutama balita dan lansia yang membutuhkan perhatian lebih intensif. Lokasi pelaksanaannya akan ditentukan setelah tim melakukan survei bersama Baznas RI dan Baznas Provinsi Kalimantan Tengah.

Selain menyediakan fasilitas kesehatan sementara, program ini mencakup layanan home visit medis atau kunjungan tenaga medis ke rumah warga. Layanan yang melibatkan tenaga kesehatan, termasuk dr. Ardi Santoso, tersebut memungkinkan warga mendapatkan pemeriksaan dan pendampingan tanpa harus mendatangi fasilitas kesehatan.

Pendekatan ini penting bagi kelompok rentan yang mengalami kesulitan bepergian atau membutuhkan pemantauan kondisi kesehatan. Meski demikian, penanganan medis lanjutan tetap diperlukan apabila kondisi pasien membutuhkan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Dukungan berikutnya berupa distribusi logistik untuk menunjang kesehatan dan memenuhi kebutuhan dasar warga. Bantuan yang disiapkan terdiri atas 80 boks masker KN95, 20 dus oksigen kaleng, 500 porsi makanan siap saji, 50 dus air mineral, 100 dus susu, dan 100 dus biskuit.

Program ini juga menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi petugas yang terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran. Langkah tersebut memperluas sasaran perlindungan, tidak hanya kepada masyarakat yang terpapar asap, tetapi juga kepada petugas yang menghadapi risiko saat bekerja di lapangan.

Dana digital terkumpul Rp223,4 juta

Pelaksanaan berbagai kegiatan tersebut membutuhkan dukungan pendanaan yang memadai. Kepala Bidang II Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Bazis DKI Jakarta, M. Nurminto, mengungkapkan penggalangan dana digital untuk program Napas untuk Negeri telah menghimpun Rp223.442.500.

Selain dana tersebut, bantuan logistik tahap pertama berupa sekitar satu setengah kontainer telah didistribusikan melalui kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

Menurut Nurminto, tim awal Baznas Bazis DKI Jakarta selanjutnya akan berkoordinasi dengan Baznas RI dan Baznas Provinsi Kalimantan Tengah untuk melakukan survei lapangan sekaligus menentukan lokasi Rumah Sehat Oksigen.

Tahap ini menjadi penting agar penempatan fasilitas dan penyaluran bantuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Data mengenai wilayah terdampak, kondisi kesehatan warga, serta akses terhadap layanan medis diperlukan untuk menentukan prioritas penerima manfaat.

Penggalangan dana juga masih berlanjut hingga akhir November 2026. Baznas Bazis DKI Jakarta memanfaatkan platform digital simpulkebaikan.id dan aplikasi Baznas Bazis sebagai kanal donasi untuk menjangkau lebih banyak calon donatur.

Pemanfaatan kanal digital membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi tanpa dibatasi jarak geografis. Warga Jakarta maupun masyarakat dari daerah lain dapat menyalurkan donasi melalui platform tersebut untuk mendukung upaya kemanusiaan di Kalimantan.

Namun, perluasan penghimpunan dana harus berjalan beriringan dengan pengelolaan bantuan yang transparan. Informasi mengenai dana yang terkumpul, penggunaan anggaran, jumlah penerima manfaat, dan hasil kegiatan menjadi penting agar masyarakat dapat mengetahui dampak kontribusi mereka.

Solidaritas untuk memperluas perlindungan

Baznas Bazis DKI Jakarta juga berupaya menggandeng perusahaan dan kalangan korporasi yang memiliki perhatian terhadap persoalan kemanusiaan dan lingkungan. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat menambah sumber daya sekaligus memperluas jangkauan bantuan.

Dukungan tersebut diperlukan karena penanganan dampak karhutla tidak berhenti pada pembagian masker atau pemenuhan kebutuhan dasar. Masyarakat juga membutuhkan akses terhadap pemeriksaan kesehatan, penanganan gangguan pernapasan, serta perlindungan bagi kelompok yang paling rentan.

Akhmad mengajak masyarakat Jakarta untuk menyisihkan sebagian penghasilan guna membantu warga terdampak.

“Bernapas merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Untuk itu, Baznas Bazis DKI turut mengambil peran membantu mengatasi persoalan ini, sebagai bagian dari masyarakat DKI, sekaligus bangsa Indonesia,” tuturnya.

Melalui Napas untuk Negeri, Baznas Bazis DKI Jakarta berupaya menghubungkan kepedulian para donatur dengan kebutuhan nyata masyarakat di wilayah terdampak. Keberhasilan program ini pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana yang dihimpun, tetapi juga oleh ketepatan penyaluran bantuan, akses terhadap layanan kesehatan, dan perlindungan yang benar-benar diterima warga.

Kolaborasi pemerintah, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat memastikan balita, lansia, serta warga lainnya memperoleh bantuan sesuai kebutuhan. Dengan demikian, solidaritas tidak berhenti sebagai ajakan berdonasi, melainkan menjadi dukungan nyata bagi mereka yang menghadapi ancaman asap karhutla.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua