Langsung ke konten
News

Nasdem Sarankan Ahok Jangan Maju di Pilkada DKI 2024, Picu Keributan

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Ketua Pemenangan Pemilu Partai Nadem Wilayah Jakarta-Banten, Effendi Choirie menilai Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak perlu lagi maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta di Pilkada tahun 2024 mendatang.

Nasdem menilai, kata Effendi Choirie, karir politik Ahok di Ibu Kota sudah selesai.

“Paling tidak menurut saya ya. Enggak perlu lagi (Ahok) memikirkan atau bermimpi jadi Gubernur DKI Lagi,” kata Effendi Choirie, kemarin.

Menurut Gus Choi, panggilan akrab Effendi Choirie, Ahok sewajarnya dan sebaiknya fokus mengurus jabatannya sebagai Komisaris Utama di Pertamina ketimbang maju kembali sebagai cagub DKI Jakarta.

Ia khawatir, jika maju di Pilkada DKI 2024, Ahok akan membuat heboh dan memicu kontroversi kembali. Effendi menegaskan, Jakarta saat ini butuh pemimpin yang tidak kontroversial demi menjaga kedamaian di tengah masyarakat.

“Seorang pemimpin diharapkan bisa menjaga mulutnya. Kita enggak ingin terjadi mulutnya terus menerus kepeleset dan ditafsirkan berbeda. Kita enggak ingin terjadi lagi hiruk pikuk seperti waktu itu,” ujarnya.

Di sisi lain, ungkapnya, Nasdem berencana mengusung Bendaha Umum DPP Nasdem Ahmad Sahroni dan mantan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diani sebagai pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2024 mendatang.

Baginya, Sahroni-Airin merupakan anak muda yang memiliki modal untuk memimpin DKI Jakarta ke depan.

Seperti diketahui, Ahok menggantikan Jokowi sebagai Gubernur DKI pada 2014 sebagai Gubernur DKI Jakarta. Jokowi saat itu terpilih pada Pemilu 2014 sebagai Presiden RI ke-7 mengalahkan Prabowo Subianto.

Di tahun 2017, Ahok maju kembali berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat, namun kalah dari pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Tak hanya kalah, Ahok juga divonis bersalah dan dihukum dua tahun penjara dalam kasus penistaan agama di tahun yang sama. Pemicunya, ia mengutip surat Al Maidah 52 saat berbicara di Kepulauan Seribu.

Ketika itu Ahok berbicara dalam kapasitasnya sebagai Gubernur DKI dan akan mencalonkan diri kembali sebagai Gubernur DKI Jakarta di Pilkada DKI 2017.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua