Langsung ke konten
News

Nasdem Sewot, Sebut PSI Lancang Minta Sahroni Mundur dari Posisi Ketua Pelaksana Formula E

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakarta.com -- Partai Nasdem menanggapi permintaan PSI yang ingin Ahmad Sahroni mengundurkan diri dari posisi Ketua Pelaksana Formula E yang akan digelar di DKI Jakarta tahun. Nasdem menyebut PSI lancang.

Wakil Ketua Umum Nasdem Ahmad Ali menegaskan, bahwa Formula E bukan bukan kegiatan milik Pemprov DKI, melainkan event berkelas internasional.

“Jadi, hasil dari Formula E nanti akan menggambarkan wajah Indonesia ke dunia internasional, bukan DKI Jakarta,” ucap Ahmad Ali.

Dengan begitu, tegas Ahmad Ali, permintaan Sekjen PSI, Dea Tunggaesti agar Bendahara Umum Nasdem, Ahmad Sahroni, melepas posisinya sebagai Ketua Pelaksana Formula E merupakan sikap yang lancang (kurang ajar).

Mengenai alasan Dea meminta Sahroni mundur karena KPK sedang menyelidiki aliran dana penyelenggaraan Formula E sehingga membahayakan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ali menegaskan lagi, Jokowi bukanlah orang yang tidak tahu apa-apa. Ia yakin, Presiden Jokowi mana yang terbaik untuk Indonesia.

“Dari sisi mana bisa membahayakan Pak Jokowi? Jangan kita mendramatisir situasi. Kalau kemudian itu membahayakan Pak Jokowi, ya Pak Jokowi enggak usah terima, kok ini diributin sih?” ujar dia.

Ali juga menegaskan bahwa keterlibatan Sahroni dalam panitia pelaksana Formula E bukan karena penunjukkan oleh Nasdem, tetapi karena Sahroni merupakan Sekjen Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang lama bergelut di bidang otomotif.

Ali pun mengajak seluruh pihak agar tidak membawa ajang balap mobil listrik ini ke ranah politik.

“Nasdem melihat acara Formula E ini kan enggak ada agenda politiknya. Sama sekali enggak ada agenda. Ini adalah satu event olahraga yang memang harusnya kita berbesar hati untuk menerima itu terlepas dari berbagai kontroversi hari ini,” ujar Ali.

Mengenai penyelidikan yang sedang dilakukan KPK, ia memastikan Nasdem memberikan dukungan, meski menurutnya Formula E Jakarta tetap harus diselenggarakan karena sudah menyangkut pihak ketiga.

Ia khawatir apabila Formula E batal dilaksanakan maka Indonesia akan masuk daftar hitam sehingga tidak bisa lagi menjadi tuan rumah Formula E di masa depan.

Sebelumnya, Dea Tunggaesti mengatakan, permintaan agar Sahroni mundur dari kepanitiaan Formula E bertujuan untuk mengingatkan.

“Justru pernyataan itu merupakan tanda sayang sebagai sesama kawan koalisi, bukan lancang. Kami bersuara sebagai sesama partai pendukung Pak Jokowi,” kata Dea, melalui keterangan pers, Kamis (2/12).

Sebagai sesama partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin, menurut Dea, Partai Nasdem sudah sepantasnya menjaga agar Presiden Jokowi jangan sampai terseret kasus Formula E yang sejak awal bermasalah.

Dea menegaskan, budaya saling mengingatkan harus dilakukan di antara partai pendukung pemerintahan Presiden Jokowi.

“Budaya saling mengingatkan penting untuk memastikan koalisi tetap di satu haluan dalam menjaga Pak Jokowi. Kalau kami diam, justru keliru,” ucap Dea.

Sementara itu, Ahmad Sahroni mengaku tidak ambil pusing dengan pernyataan yang menyebut posisinya di ajang balap itu bermuatan politis.

Ia mengatakan, para politisi yang terlibat dalam ajang tersebut dipastikan memiliki visi yang sama, yakni memajukan Indonesia dan menyelamatkan lingkungan.

“Saya tidak mau terjebak dengan dinamika politik yang ada. Kalaupun ada keterlibatan orang-orang politik, saya akan pastikan mereka punya kapabilitas yang mumpuni dan visi yang sama, memajukan Indonesia dan keselamatan lingkungan serta energi terbarukan,” kata Sahroni.

Sahroni menegaskan, dirinya pun tidak akan mau menjadi ketua penyelenggara Formula E Jakarta jika dilandasi alasan politik. Ia yakin bahwa banyak politisi lain yang memiliki pengaruh lebih besar dibanding dirinya.

“Kalau alasannya hanya politik, masih banyak politisi lain yang lebih berpengaruh dari saya. Saya akan menolak posisi ini kalau alasannya untuk politik semata,” pungkas anggota DPR RI ini.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua