Langsung ke konten
News

NCAFA Ke-3 Universitas Trilogi, Wujud Upaya Anti-Fraud Perguruan Tinggi

Redaksi Diperbarui
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1
KabarJakarta_Default_ImageNews-250x190-1

KabarJakar.com-- Hadirnya teknologi memberikan dampak kepada banyak hal, tidak terlepas dampak yang diterima oleh lanskap perbankan. Diantara dampaknya tersebut adalah integrasi, konsumen sentris, personalisasi, otomatisasi, super app, mata uang digital, sampai kepada cyber security.

Fakta di atas disampaikan langsung oleh Budi Santoso, selaku Director of Training Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) Indonesia Chapter dalam konferensi nasional yang membahas tentang Artificial Intelligence atau AI dalam merevolusi tata kelola dan manajemen risiko entitas.

"AI sebenarnya dapat mengoptimalkan kemampuan organisasi untuk mempelajari data lebih akurat sebagai pencegahan, deteksi, maupun monitoring operasional bisnis organisasi," jelasnya.

Selain pembicara dari ACFE, kegiatan 3rd National Conference on Accounting and Fraud Auditing atau yang biasa dikenal dengan singkatan (NCAFA) ini menghadirkan berbagai pembicara pakar lainnya. 

Para pembicara ini memaparkan materi terbagi dalam dua sesi, yakni sesi hari pertama (8/2)  adalah Arisetyanto Nugroho (Ketua Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta, YPPIJ), Pingky Dezar Zulkarnain (Kepala Bagian Dukungan Pemeriksaan Manajemen Kinerja TI BPK RI), Deri Safari  (CFE VP Investigation IA, WBS & Fraud Prevention, PT Pertamina),  Muhammad Ghifary (Senior Vice President of Digital Banking Division, PT Bank Rakyat Indonesia), dan Mohamad Mahsun (Ketua Association of Public Sector Accounting Educators, APSAE).

Sementara itu, untuk hari kedua (9/2) pembicara yang dihadirkan antara lain Budi Santoso (Director of Training Association of Certified Fraud Examiners, ACFE Indonesia Chapter), Intiyas Utami (Guru Besar Universitas Kristen Satya Wacana), Sriyadi (Managing Partner KAP Sriyadi Elly Sugeng & Rekan member of Kudos International), dan Fiantonius Sihotang (Anggota Dewan Sertifikasi IAPI)

Ketua Pelaksana NCAFA Ke-3, Novita berharap dengan menghadirkan pembicara yang juga pakar di bidang AI serta accounting dan fraud auditing ini bisa menambah khasanah keilmuan kita bersama bahwa Akuntan dan AI dapat bersama-sama mendukung tujuan penyelenggaraan entitas dengan memperhatikan efisiensi penggunaan sumber daya dan pengelolalaan risiko.

“Peran Akuntan menjadi lebih kompleks salah satunya adalah harus mampu menganalisis data dalam jumlah sangat besar dan mungkin tidak terstruktur sehingga awalnya hanya berfokus kepada penyebab dengan perkembangan teknologi informasi maka analisis data akan bergeser melihat keterkaitan atau relevansi antar data” tambahnya.

Acara konferensi kali ini langsung dipandu oleh moderator yang juga dosen Program Studi Akuntansi Universitas Trilogi, yaitu hari pertama, Anies Lastiati, dan hari kedua dipandu oleh Nurul Aisyah Rachmawati. Selain itu, acara ini juga melibatkan Himpunan Mahasiswa Akuntansi Universitas Trilogi (HIMAKSI Trilogi) dalam kepanitiaannya.

Kegiatan ini juga diiringi dengan penandatanganan MoU antara Universitas Trilogi, Universitas Bhayangkara, Universitas Budi Luhur, STIE Swadaya, STIE Trisakti, dan STIE IPWI Jakarta.

Presiden dari ACFE Indonesia Chapter, Heri Subowo, menuturkan bahwa lembaganya sangat mendukung kegiatan NCAFA ini. Harapannya dengan kerjasama dan kegiatan ini ACFE Indonesia Chapter bisa terlibat lebih jauh untuk program-program anti-fraud. 
Ketua APSAE, Mohamad Mahsun, juga mengapresiasi topik kegiatan yang dilakukan oleh Program Studi Akuntansi Universitas Trilogi ini. Menurutnya topik yang diangkat kali ini sangat smart dan patut untuk menjadi bahan diskusi secara bersama-sama.

(rls)

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua